BUMI Bukukan Laba Bersih USD 122,3 Juta di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
ยทwaktu baca 3 menit

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih sebesar USD 122,3 juta sepanjang 2025, naik 35,7 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar USD 90,1 juta. Kenaikan laba ini terjadi di tengah tekanan harga batu bara global yang terus menurun sepanjang tahun.
Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang dipublikasikan perseroan, pendapatan Bumi Resources tercatat sebesar USD 1.424,8 juta, naik 4,8 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 1.359,7 juta.
Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan turun 1,2 persen menjadi USD 1.175,7 juta dari sebelumnya USD 1.190,4 juta. Penurunan beban pokok membuat laba bruto Bumi Resources meningkat tajam 47,1 persen menjadi USD 249,1 juta dari USD 169,3 juta.
Beban usaha juga turun tipis 0,4 persen menjadi USD 107,8 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 108,2 juta. Dengan beban yang lebih rendah, laba usaha perseroan melonjak 131,4 persen menjadi USD 141,3 juta dari sebelumnya USD 61,1 juta.
Margin usaha Bumi Resources ikut membaik menjadi 9,9 persen dibandingkan 4,5 persen pada 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar USD 181,1 juta, naik 48,6 persen dibandingkan USD 121,9 juta pada 2024.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 81,0 juta, meningkat 20,1 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 67,5 juta.
"Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin," tulis manajemen BUMI, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (31/3).
Sepanjang 2025, produksi batu bara mencapai 74,8 juta ton, naik tipis 0,2 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 74,7 juta ton.
Namun, volume penjualan batu bara turun 2 persen menjadi 74,6 juta ton dari sebelumnya 75,8 juta ton. Penurunan penjualan terutama disebabkan turunnya volume produksi di KPC, meski kenaikan penjualan Arutmin sebesar 9 persen mampu menahan penurunan lebih dalam.
Tekanan terbesar datang dari harga jual batu bara. Harga rata-rata FOB Bumi Resources turun 17 persen menjadi USD 59,7 per ton pada 2025, dibandingkan 2024 sebesar USD 71,8 per ton.
Selain itu, overburden removal yang dipindahkan turun 8 persen jadi 596,2 juta bcm dari sebelumnya 649,7 juta bcm. Rasio kupasan tanah atau stripping ratio juga turun menjadi 8,0 kali dari 8,7 kali pada tahun sebelumnya.
Untuk 2026, Bumi Resources menargetkan volume penjualan batu bara sebesar 76 juta ton hingga 78 juta ton. Perseroan juga memproyeksikan harga rata-rata batu bara berada di kisaran USD 60 per ton hingga USD 62 per ton.
Sementara itu, biaya tunai produksi diperkirakan berada di kisaran USD 43 per ton hingga USD 44 per ton.
