Kumparan Logo

BUMI Resources Ditagih Kapan Bagi Dividen, Ini Kata Perusahaan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pelaksanaan RUPSLB BUMI Resources terkait masuknya Salim Grup sebagai investor, Selasa (11/10). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pelaksanaan RUPSLB BUMI Resources terkait masuknya Salim Grup sebagai investor, Selasa (11/10). Foto: Dok. Istimewa

Perusahaan Bakrie yang bergerak di sektor batu bara, PT BUMI Resources Tbk (BUMI) ditagih para pemegang saham kapan membagikan bonus atau dividen kepada para pemegang sahamnya.

Hal tersebut diungkapkan salah satu investor BUMI Resources pada acara Public Expose secara virtual, Selasa (29/11), yang mempertanyakan kapan perusahaan akan membagikan dividen? Padahal kinerja perusahaan yang kian cemerlang dalam setahun terakhir.

Terhitung pada laporan keuangan BUMI Resources di 2021, perusahaan berhasil mencetak laba bersih konsolidasi USD 488,6 juta, dengan rincian laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai US$ 168 juta dan kepentingan non pengendali US$ 320,6 juta.

Berbeda dengan tahun 2020, di mana Bumi masih tercatat mengalami kerugian sebesar USD 338 juta. Pencapaian itu juga terjadi di kuartal III 2022 yang berhasil meraup laba bersih senilai USD 365,10 juta.

Lalu apa jawaban BUMI Resources saat ditagih dividen?

Direktur BUMI Resources, Andrew C, Beckham mengatakan, perusahaan akan segera membagikan dividen jika sudah mencetak kinerja yang positif. “Berdasarkan peraturan OJK, kita baru akan membagikan dividen jika perusahaan sudah melaporkan kinerja yang positif. Kita sedang berusaha untuk itu (kinerja positif) saat ini,” ungkapnya dalam Pubex tersebut.

Sementara itu Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Resources, Dileep Srivastava menjelaskan, para direksi saat ini sedang berusaha untuk mengakomodir keinginan para pemegang saham terkait pembagian dividen.

“Dividen memang menjadi prioritas utama kita, tapi kita sedang berusaha untuk mengubah utang kami menjadi profit,” tambahnya.

Dileep Srivastava, Direktur Bumi Resource Foto: Edy Sofyan/kumparan

Tak hanya itu ia menargetkan, tahun depan perusahaan sudah bisa membagikan dividen. Hal tersebut sejalan dengan BUMI Resources yang akan bebas dari utang per 5 Desember 2022, setelah melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan melakukan private placement sebanyak 27,49 miliar saham dengan harga Rp 80 per saham.

Di mana, China Investment Corporation (CIC) bakal menjadi perusahaan yang mengkonversi OWK tersebut. Konversi tersebut akan dicatatkan pada 5 Desember 2022 di BEI.

Tercatat, sebelumnya pada 2017 jumlah awal utang BUMI Resources mencapai USD 4,3 miliar. Kemudian setelah direstrukturisasi di PKPU tercatat utang BUMI menciut menjadi USD 2,6 miliar.

Bahkan masuknya Salim Group ke BUMI Resources sebesar Rp 24,8 triliun juga membantu perusahaan memperbaiki neraca perusahaan. Dana tersebut akan membantu BUMI melunasi utang PKPU sebesar USD 1,56 miliar dan menghemat beban bunga hingga USD 130 juta per tahun.