BUMN Kliring Berjangka Indonesia Raup Laba Rp 70 M di Kuartal III 2021, Naik 55%
·waktu baca 2 menit

BUMN yang bergerak dalam industri perdagangan komoditas, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, mencatatkan laba bersih Rp 70,9 miliar di Kuartal III 2021, naik 55,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
KBI juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp 80,4 miliar atau meningkat 34,03 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp 60 miliar. Catatan laba positif KBI ini terjadi di tengah ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih.
“Berbagai upaya telah kami lakukan agar korporasi tetap tumbuh, baik dengan transformasi bisnis, peningkatan pelayanan, serta tentunya inovasi dengan mengeluarkan inisiasi bisnis baru. Sektor perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik komoditas serta Sistem Resi Gudang, memiliki potensi besar untuk terus tumbuh,” kata Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi, melalui keterangan resminya, Kamis (7/10).
Salah satu inisiasi bisnis baru yang dijalankan KBI di tahun 2021 ini adalah perannya sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Pasar Fisik Timah Dalam Negeri, yang mulai berjalan sejak bulan Maret 2021. Sampai dengan bulan September 2021, transaksi perdagangan Pasar Fisik Timah Dalam Negeri di Bursa Berjangka Jakarta ini mencapai 1.480 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 647,9 miliar.
“Ke depan, KBI akan terus mengembangkan bisnis baru di luar yang sekarang sudah berjalan,” ujar Fajar.
Fajar mengungkapkan salah satu inisiasi bisnis yang ditargetkan berjalan di kuartal IV 2021 adalah Pasar Fisik Emas Digital, di mana KBI akan berperan sebagai Lembaga Kliring atas transaksi Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Jakarta.
“Secara infrastruktur dan teknologi, kami sudah siap 100 persen, dan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga telah kami peroleh beberapa waktu lalu,” ungkap Fajar.
Selain itu, KBI juga sudah siap sebagai Lembaga Kliring untuk perdagangan asset kripto. Fajar menegaskan pihaknya sudah siap 100 persen baik dari segi permodalan maupun infrastrukturnya sebagai Lembaga Kliring Aset Kripto.
“Sebagai lembaga kliring di perdagangan asset kripto, peran KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota,” tutur Fajar.
