BUMN Qatar Akuisisi 35,5 Persen Kepemilikan Saham Paiton Energy

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Qatar, Nebras Power (NP) telah menyelesaikan proses akusisi PT Paiton Energy Indonesia senilai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17 triliun (kurs Rp 13.300). Pembelian dilakukan melalui anak perusahaannya Nebras Power Netherland BV dengan porsi kepemilikan saham Paiton Energy sebesar 35,5 persen.
"Semoga akusisi ini menjadikan Nebras sebagai perusahaan kelas dunia," ungkap Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/2).
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan pada tanggal 19 Februari 2017 dan dihadiri langsung oleh Direktur Utama (CEO) Nebras Power Khalid Mohammed Jolo dan Business Development Director Faisal Obaid Al-Siddiqi serta Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha Endang Kuswaya juga Pelaksana Politik KBRI Doha Boy Dharmawan.
Sementara itu, Direktur Utama (CEO) Nebras Power Khalid Mohammed Jolo menyatakan, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Nebras Power untuk mencari aset yang menguntungkan di masa depan.
"Akusisi ini juga mencerminkan keyakinan kami untuk investasi di Indonesia," timpal Khalid.

Pada kesempatan tersebut, Nebras juga mengakuisisi 35 persen saham di IPM ASIA yang memiliki 84 persen saham PT IPM Operasi dan Pemeliharaan Indonesia (PT IPMOMI) yang bertanggung jawab dalam operasional dan pemeliharaan pembangkit listrik Paiton. PT Paiton Energy adalah perusahaan yang memiliki pembangkit listrik terbesar di Indonesia dengan kapasitas 2045 MW. Paiton Energy menjual seluruh produksi listriknya ke PT PLN untuk jangka panjang.
Akuisisi Paiton Energy merupakan investasi pertama Nebras di Indonesia. Selain itu, pada pertemuan juga membahas tindak lanjut penandatanganan Head of Agreement antara PT Pembangkit Jawa Bali (anak perusahaan PLN) dengan Nebras untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik Combined Cicle berbahan bakar gas alam. Pembangkit listrik dengan nilai total investasi sebesar 700 juta dolar AS untuk daya 2 x 250 MW, rencananya dibangun di sekitar Belawan, Sumatera Utara.
"Jika proyek ini selesai, Nebras akan bangun proyek yang sama di tempat lain," papar Khalid.
Qatar mulai gencar melakukan diversifikasi ekonomi dengan menfokuskan pasar Asia termasuk Indonesia sebagai lahan investasi mereka. KBRI Doha juga tengah menjajaki rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, untuk investasi membangun mal di Aceh. Investor Qatar kini gencar melakukan investasi di sektor perhotelan dan pertanian termasuk sektor kelapa sawit guna mengejar visi ketahanan pangan Qatar 2030.
Saat ini, pemerintah tengah membahas berbagai proyek investasi yang telah disampaikan ke Qatar Investment Authority senilai 1 miliar dolar AS. Tidak hanya mencakup investasi di bidang energi dan properti, Qatar juga membidik bidang investasi lain seperti keuangan, perbankan, komunikasi serta investasi yang bersifat brown field atau investasi yang sudah jadi.
