Kumparan Logo

BUMN Ramai-ramai Garap Bisnis Internet, Pengamat Ingatkan Risiko Bangkrut

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi internet nirkabel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi internet nirkabel. Foto: Shutter Stock

Sejumlah BUMN pun kini turut andil dalam bisnis tersebut. Tak seperti usaha lainnya yang ngos-ngosan akibat corona, pemakaian internet justru melonjak tajam dipicu beralihnya aktivitas masyarakat serba online.

Bisnis internet kini tak cuma dilirik BUMN sektor telekomunikasi, perusahaan yang bergerak di sektor yang notabene sama sekali beda juga tak mau ketinggalan. Sebut saja PT Jasa Marga Tbk, BUMN pengelola jalan tol yang kini bersiap membangun infrastruktur internet.

Jauh sebelumnya, ada PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN yang sudah setahun berkecimpung juga di bisnis internet. Sementara PT PLN (Persero) baru saja memulainya di bulan ini.

kumparan post embed

Fenomena ini disoroti oleh pengamat sebagai bukti tak beresnya pengelolaan BUMN. Direktur Eksekutif BUMN Institute Achmad Yunus menyayangkan terjadinya upaya saling bersaing sesama perusahaan pelat merah.

"Core business BUMN sudah jelas masing-masing. Kesannya BUMN kita dikelola serampangan, enggak business plan yang jelas," ujar Achmad Yunus kepada kumparan, Jumat (25/6).

Dia pun mafhum, hal seperti ini bukan kali pertama terjadi di BUMN. Bahkan ada banyak contoh saling sabet lahan yang sampai berujung kebangkrutan.

Ilustrasi modem. Foto: Pixabay

Satu di antaranya, menurut Yunus, adalah kebangkrutan yang dialami maskapai Merpati Airlines.

"Kita belajar pada kasus Merpati, salah satu yang memperparah kondisi Merpati karena Garuda juga ambil rute-rute perintis melalui anak usahanya Citilink. Akhirnya rute Merpati disaingi Garuda sendiri," tuturnya.

Setidaknya, sudah ada beberapa contoh kasus yang ia sebut pernah terjadi di BUMN. Sebut saja BUMN karya dan perfilman yang kemudian turut ambil bagian di porsi pembiayaan. Padahal ada Himbara yang berfokus di sektor ini.

kumparan post embed

"Sekarang bisnis telekomunikasi, semua BUMN transformasi bisnis di situ, akhirnya saling bersaing sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga Related Bisnis, Imad Zaky Mubarak, menegaskan Jasa Marga tak terjun langsung ke bisnis internet rumahan seperti BUMN Telkom dan PLN.

Menurut Zaky, mereka hanya akan fokus ke bisnis penyediaan infrastruktur internet dengan memanfaatkan besarnya infrastruktur jalan tol yang dikuasai induk usaha mereka.

"Kami tidak akan sejauh masuk ke pasar ritel, kami enggak punya kompetensi itu. Tapi kami lebih cenderung memanfaatkan infrastruktur Jasa Marga," pungkas Zaky.