Bisnis
·
19 Maret 2021 16:09

Buntut Ajakan Jokowi Benci Produk Asing, Mendag Akan Atur Diskon di E-commerce

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Buntut Ajakan Jokowi Benci Produk Asing, Mendag Akan Atur Diskon di E-commerce (221187)
com-Bank Mandiri, ilustrasi belanja online Foto: Shutterstock
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa pemerintah bakal mengatur mekanisme perdagangan di e-commerce. Khususnya aturan terkait perdagangan yang adil, mulai dari persaingan produk asing dengan lokal dan UMKM, sampai pada pengaturan diskon.
ADVERTISEMENT
Soal ini, kata Lutfi, ia telah memanggil seluruh platform jual beli online seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak, hingga Shopee. Termasuk juga asosiasi yang menaungi mereka.
Langkah ini dilakukan pemerintah setelah mencuat masalah predatory pricing yang membunuh UMKM lokal. Permasalahan ini sebagaimana kita tahu, sampai membuat Presiden Jokowi meradang hingga menyerukan ajakan benci produk asing.
"Jadi saya sudah panggil semua, kita bicara terbuka pemerintah ingin mempunyai marketplace yang mempunyai kesetaraan. Kedua saya minta pada mereka marketplace Indonesia itu marketplace yang adil, ketiga karena marketplace-nya adil mudah-mudahan perdagangannya membawa manfaat," ujar Mendag Lutfi dalam virtual conference Kemendag, Jumat (19/3).
Buntut Ajakan Jokowi Benci Produk Asing, Mendag Akan Atur Diskon di E-commerce (221188)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: Ismar Patrizki/ANTARA FOTO
Mendag Lutfi mengungkapkan, kementeriannya telah menggodok regulasi untuk mengatur agar keadilan di dunia perdagangan digital itu bisa terlaksana. Rencananya, ia akan kembali lagi memanggil para pemain e-commerce untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, ia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah. Sehingga finalisasi kebijakan tetap dikebut dan diharapkan bisa berjalan sebelum memasuki momentum puasa dan lebaran 2021.
"Saya sekarang sedang finalisasi antar-kementerian, dan akan panggil lagi akhir bulan ini, sebelum puasa akan selesai. Pokoknya secara filosofinya kita akan jaga perdagangan yang adil dan perdagangan yang bermanfaat," tuturnya.
"Kalau tidak bermanfaat saya akan atur, kalau ada yang asing makan yang lokal saya akan atur. Kalau yang lokal injak pedagang UMKM saya akan atur, jadi semuanya kita atur," tegas Mendag Lutfi.