Kumparan Logo

Buntut Sistem Eror, OJK Minta Bank Mandiri Perketat Pengamanan IT

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Ombudsman bersama Bank Mandiri terkait error system Bank Mandiri di Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Ombudsman bersama Bank Mandiri terkait error system Bank Mandiri di Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Buntut dari kasus berkurangnya saldo nasabah Bank Mandiri pada Sabtu (20/7) lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mau tinggal diam.

Kepala Departemen Pengawasan Bank OJK Hizbullah meminta Bank Mandiri meningkatkan sistem keamanan teknologinya.

“OJK mengimbau Bank Mandiri untuk dapat memperketat pengamanan IT nya agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan. Intinya itu,” kata Hizbullah di Kantor Ombudsman, Jakarta, Senin, (29/7).

Hizbullah mengatakan, permintaan itu sudah dikirimkan secara resmi melalui surat kepada Direksi Bank Mandiri. Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini telah mengirim tim pemeriksa khusus untuk memastikan kalau IT Bank Mandiri benar-benar aman.

Konferensi Pers Ombudsman bersama Bank Mandiri terkait error system Bank Mandiri di Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Meski masih dalam pemeriksaan, Hizbullah memastikan, ada pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki Bank Mandiri.

“Misalnya meningkatkan manajemen risikonya. Kemudian meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, supaya kasus ini jangan terulang lagi,” ujar Hizbullah.

Hizbullah menuturkan, Bank Mandiri sejauh ini menjelaskan jika permasalahan tersebut merupakan human error yang memang seharusnya menjadi tanggung jawab jajaran direksi. Namun, ia menegaskan, apabila ke depannya ada kesalahan lain dalam kasus berkurangnya saldo nasabah ini, maka OJK akan menindaknya.

Hanya saja, Hizbullah belum mendetailkan contoh permasalahan lain yang dimaksud. Sebab, saat ini OJK sedang melakukan investigasi.

“Kalau dalam masalah ini memang ada hal-hal lain, nanti kita akan tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Hizbullah.