Kumparan Logo

Bupati Lumajang Ajak Gibran Ngopi, 'Tawar-Menawar' Proyek Jalan Tol

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengajak Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, ngopi bareng untuk membahas proyek jalan tol. Hal itu disampaikan Thoriqul, merespons pernyataan Gibran soal adanya penolakan dari tiga bupati, terhadap proyek Tol Lingkar Solo.

"Mas Gibran @gibran_tweet, jalan tol-nya kasih ke Lumajang aja. enggak ribet, semua setuju, enggak ada yang nolak, apalagi udah ada Perpres 80/2019. Pak Presiden udah tanda tangan. Apa perlu aku telepon atau kita ketemu juga boleh, sambil ngopi," tulis Thoriqul Haq, dikutip Jumat (6/1).

Sebelumnya, Gibran yang juga putra sulung Presiden Jokowi itu, mengungkapkan adanya penolakan dari Bupati Karanganyar, Bupati Klaten, dan Bupati Sukoharjo, terhadap proyek Tol Lingkar Solo. Proyek itu sendiri saat ini masih dalam proses studi kelayakan oleh Kementerian PUPR.

Studi itu sebenarnya bermula dari usulan Pemerintah Kota Solo pada 2015, yang meminta pembangunan jalan lingkar luar Solo (jalan non-tol) ke Kementerian PUPR. Tapi usulan tersebut tak kunjung mendapat respons, hingga pada 2021 Pemkot Solo mempertanyakan kembali.

Gibran sendiri menyebutkan, usulan pembangunan jalan Tol Lingkar Solo sebagai salah satu solusi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di dalam kota, maupun titik keluar masuk kota.

X post embed

"Kami memutuskan sesuatu kan dengan kajian, jalan lingkar itu hanya salah satu solusi belum tambahan flyover dan pelebaran jalan. Kalau bikin koridor yang total sekalian, termasuk pedestrian dilebarkan," kata Gibran Rakabuming.

Adanya penolakan tiga bupati terhadap proyek tersebut, dilihat sebagai celah oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, untuk mewujudkan Jalan Tol Probolinggo-Lumajang. Proyek tersebut telah mendapat payung hukum di Perpres No. 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan-Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

"Setuju Pak, Probolinggo ke Lumajang enggak ada solusi, macet sorooo, solusi harus dibangun tol, mau lewat Pantura jauh banget. Semoga pemerataan pembangunan Jatim tidak hanya di kawasan Ring 1, semua menumpuk merantau di Ring 1. Semoga kawasan Ring 2 dan 3 juga ikut berkembang, maju," tulis seorang warganet menanggapi cuitan Thoriqul Haq.

Mengutip laman resmi Kementerian PUPR, Tol Probolinggo-Lumajang nantinya akan terkoneksi dengan Tol Trans Jawa. Tol sepanjang 32 km itu dikelola PT Surya Majapahit Marga Wisata.

Tapi hingga saat ini, yang terbangun baru ruas Pasuruan-Probolinggo Seksi 4A (Probolinggo Timur-Gending). Tol ini menjadi batas utara dari Tol Probolinggo-Lumajang yang akan dibangun.