Kumparan Logo

Bupati Morotai Bicara Tol Laut Bikin Harga Barang Turun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Tol Laut. Foto: Dok. Kemenhub
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Tol Laut. Foto: Dok. Kemenhub

Tol laut menjadi salah satu strategi andalan pemerintah dalam pemerataan perekonomian khususnya di wilayah barat dan timur. Bupati Pulau Morotai Maluku Utara Benny Laos mengungkapkan kebijakan tol laut saat ini sudah mulai dirasakan dampaknya.

“Kami merasakan betul semua kebijakan-kebijakan yang telah berjalan sehingga dampak yang terjadi melalui tol laut ini dari tahun ke tahun, kurang lebih 3 tahun telah melahirkan dampak yang positif,” kata Benny saat webinar mengenai transportasi laut yang ditayangkan di Youtube Kementerian Perhubungan, Senin (24/8).

Benny mengungkapkan salah satu tol laut yang pertama adalah menjadi urat nadi pertumbuhan perekonomian. Ia menegaskan apabila ekonomi berjalan positif maka akan terjadi penurunan pengangguran dan kemiskinan.

Pelabuhan Tol Laut Bima Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Selain itu, kata Benny, tol laut sudah menjadi sarana konektivitas atau jembatan barang. Sarana itu membuat masyarakat Morotai merasakan harga barang yang tidak terlalu jauh dengan wilayah barat atau daerah Jawa.

“Dulu Morotai barangnya dari Bitung, sekarang kita telah langsung dari Surabaya ke Morotai. Kalau dulu belum ada tol laut kita menggunakan kapal kontainer dia turun ke Ternate sampai ke Morotai total biaya Rp 40 juta. Dengan hadir tol laut secara otomatis menghasilkan penurunan harga barang,” ujar Benny.

Benny membeberkan penurunan harga barang di Morotai saat ini masih berkisar di angka 5 sampai 15 persen. Menurutnya, angka tersebut masih belum signifikan sehingga harus ditingkatkan lagi. Namun, setidaknya harga barang sudah tidak berbeda jauh

“Contoh kalau besi beton dulunya Rp 90 ribu sekarang Rp 75 ribu, kalau gula Rp 14 ribu sekarang Rp 12 ribu, beras Rp 12 ribu sekarang Rp 12.500, minyak goreng Rp 12.500 turun menjadi Rp 12.000,” ungkap Benny.

Selain penurunan harga barang yang bisa membantu perekonomian, Benny menjelaskan berfungsinya tol laut membuat masyarakat Morotai bisa mengirimkan langsung produk-produk lokal seperti hasil perikanan dan perkebunan ke Surabaya. Harga yang didapatkan juga meningkat.

“Kalau dulu sebelum ada tol laut ikan itu berharga Rp 25 ribu per kilo ikan tuna dan kirimnya ke Bitung dengan kapasitas terbatas dan investornya belum ada. Tapi sejak kehadiran tol laut dan kontainer yang bertambah, harga ikan melonjak menjadi Rp 37 ribu atau Rp 38 ribu sebelum pandemi,” terang Benny.

Saat pandemi virus corona terjadi, aktivitas tersebut masih bisa berjalan meski ada penurunan. Ia menegaskan tol laut sudah memberi sumbangsih besar ke perekonomian masyarakat Morotai.

“Dan kita secara kolektif menyadari bahwa kebijakan tol laut ini sudah betul-betul terasa bagi kami, sehingga pengiriman produk-produk yang dari Kabupaten Morotai ke Surabaya bisa mendapatkan income bagi masyarakat,” tutur Benny.