Bupati Penajam Paser Utara Mengaku Lihat Desain Ibu Kota Sebatas di TV

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud mengatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai titik ibu kota baru. Selain titik, dirinya juga masih menunggu soal desain.
“Tentunya lahannya kita harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mungkin dari bapak presiden dan tentunya dari tim Bappenas untuk di mana lokasi titik yang disiapkan. Tentunya kita mengetahui bahwa ibu kota ini didesain dengan smart, beautifull, dan green yang kami tahu,” kata Gafur di Novotel Ngurah Rai, Bali, Selasa (27/8).
Gafur mengaku telah melihat desain ini melalui media massa. Dia mendukung baik konsep yang diusung ini.
“Jadi, kita harus berkoordinasi karena ini suatu gagasan yang sangat baik dan pasti menjadi sejarah bagi bangsa kita. gambarnya juga saya lihat di siaran tv, yakni ada tugu, lima simpangan, kalau kita lihat sudah sepetti lambang burung garuda,” kata dia.
“Desainnya itu harus kita berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kalau green saya yakin di Kaltim sudah hijau, apalagi di Penajam Paser Utara,” imbuhnya.
Meski dengan pemindahan ibu kota ini, nantinya akan ada pembangunan infraksruktur di Penajam Paser Utara, Gafur yakin lingkungan alam tetap terjaga.
“Perusahaa ada di sana kita tetap jaga ekosistem alam, mangrove-nya juga kita jaga, Jangankan mangrove, buayanya juga kita jaga,” ujar Gafur.
Masyarakat juga menyambut baik berita ini. “Kalau kesiapan masyarakat sudah siap sekali karena begitu lama ditinggal dalam pembangunan. Masyarkat begitu ada info ibu kota dipindahkan ke Penajam Paser Utara, sujud syukur semua. alhamdulillah,” kata dia.
Meski infrastruktur pembangunan masih jauh bila dibanding kota metropolitan, Gafur yakin warga Penajam Paser Utara mampu beradaptasi dengan baik.
“Jadi, di Penajam Paser Utara, masyarakat walaupun pembangunan cukup tertinggal tapi SDM tidak terlalu tertinggal,” ujar dia.
