Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Bursa Saham AS Kehilangan Nilai Pasar USD 2,4 Triliun Imbas Tarif Trump
4 April 2025 8:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Indeks S&P 500 yang tergabung dalam bursa saham Amerika mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (3/4). S&P 500 kehilangan nilai pasar saham gabungan sebesar USD 2,4 triliun dalam aksi jual di Wall Street.
ADVERTISEMENT
Ini menjadi kerugian satu hari terbesar sejak pandemi COVID-19 mengguncang pasar global pada 16 Maret 2020.
Mengutip Reuters, S&P 500 ditutup turun hampir lima persen setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran akan perang dagang besar-besaran dan potensi resesi ekonomi global.
Indeks Nasdaq Composite memimpin penurunan di Wall Street dengan penurunan sebesar 5,97 persen, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak Maret 2020. Sementara itu, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga mencatatkan penurunan harian tertajam sejak Juni 2020.
Aksi jual dipicu oleh pemberlakuan tarif baru sebesar sepuluh persen pada barang-barang impor, disertai beberapa tarif balasan yang tinggi terhadap puluhan negara yang dianggap memiliki hambatan perdagangan tidak adil.
Investor khawatir bahwa eskalasi konflik dagang ini akan memperlambat ekonomi global secara tajam dan mendorong laju inflasi.
ADVERTISEMENT
Putaran terbaru tarif perdagangan AS ini menghantam perekonomian dunia yang baru mulai pulih dari lonjakan inflasi pascapandemi, sambil masih bergulat dengan ketegangan geopolitik.
“Pasar anjlok hari ini, dan saya melihatnya sebagai perubahan besar terhadap ekspektasi investor ke depan,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.
“Harapan terhadap pendapatan dan laba bagi sebagian besar perusahaan di AS dan secara global akan diturunkan. Pasar kini mencerminkan perlambatan pertumbuhan, penurunan laba, dan tekanan terhadap pendapatan,” imbuhnya.
Saham-saham teknologi mengalami tekanan besar. Saham Apple (AAPL.O) turun 9,2 persen akibat dampak tarif impor terhadap China, tempat sebagian besar manufakturnya berada. Amazon.com (AMZN.O) turun sembilan persen, Microsoft (MSFT.O) turun 2,4 persen, dan Nvidia (NVDA.O) turun 7,8 persen.
ADVERTISEMENT
Indeks sektor teknologi S&P 500 (.SPLRCT) turun 6,9 persen, sementara sektor energi (.SPNY) anjlok 7,5 persen, seiring dengan harga minyak yang turun lebih dari enam persen pada hari yang sama.
Indeks Volatilitas CBOE (.VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan di Wall Street, melonjak ke level 30,02—penutupan tertinggi sejak 5 Agustus 2024.
Sementara itu, dolar AS juga melemah tajam. Euro mencapai titik tertinggi dalam enam bulan terhadap dolar, naik 1,74 persen menjadi USD 1,1037. Dolar turun 1,95 persen terhadap yen Jepang menjadi 146,445 yen, dan melemah 2,35 persen terhadap franc Swiss menjadi 0,8608 franc.