Bursa Saham dan Rupiah Tertekan: IHSG Anjlok 1,02 Persen, Dolar AS Rp 14.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah menutup perdagangan siang ini. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun ikut tertekan.
Pada perdagangan sesi I, Senin (2/3), IHSG ditutup merosot 55,393 poin (1,02 persen) ke 5.397,311. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 10,859 poin (1,23 persen) ke 868.672.
Sebanyak 125 saham naik, 228 saham turun, dan 130 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 282.235 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2,708 miliar saham senilai Rp 3,023 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 24,395 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.260,919 triliun.
Enam dari 10 indeks sektoral melemah. Sektor keuangan mencatatkan pelemahan paling tajam 2,44 persen.
Saham-saham keuangan penekan pergerakan indeks siang ini di antaranya Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 300 poin (4,27 persen) ke Rp 6.725, Bank Mandiri (BMRI) turun 250 poin (3,44 persen) ke Rp 7.025, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 140 poin (3,34 persen) ke Rp 4.050, dan Bank Central Asia (BBCA) turun 725 poin (2,31 persen) ke Rp 30.725.
Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Mengutip data Financial Times, siang ini dolar AS bertengger di posisi Rp 14.400 atau menguat 60 poin (0,42 persen).
Berikut kondisi bursa saham Asia siang ini:
Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 215,19 poin (1,02 persen) ke 21.358,15
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 222,34 poin (0,85 persen) ke 26.352,27
Indeks SSE Composite di China naik 86,35 poin (3,00 persen) ke 2.966,65
Indeks Straits Times di Singapura naik 12,10 poin (0,40 persen) ke 3.022,88
