Bursa Saham Korsel, KOSPI, Anjlok 8% Imbas Aksi Jual Global Saham Semikonduktor

Bursa saham Korea Selatan (Korsel) atau Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok 8 persen pada perdagangan Kamis (15/10). Penurunan ini dipicu aksi jual saham semikonduktor secara global di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan besarnya biaya investasi infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/10), saham produsen chip Korea Selatan, SK Hynix Inc. dan Samsung Electronics Co., masing-masing turun lebih dari 9 persen. Bursa Korea Selatan bahkan menghentikan sementara perdagangan selama 20 menit ketika aksi jual semakin dalam.
Pelemahan juga terjadi di pasar saham Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 5 persen, sementara indeks Taiex Taiwan melemah lebih dari 3 persen.
Perhatian investor meningkat setelah data menunjukkan inflasi konsumen AS pada September naik dengan laju tercepat dalam lima bulan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menaikkan suku bunga lebih agresif untuk mengendalikan inflasi.
Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah saham CoreWeave Inc., perusahaan penyedia infrastruktur komputasi AI, anjlok. Harga obligasi perusahaan itu juga turun ke level yang mengindikasikan meningkatnya risiko keuangan.
Analis Vantage Global Prime, Hebe Chen, mengatakan Korea Selatan menjadi salah satu pasar yang paling terdampak oleh aksi jual saham AI global.
Menurutnya, masalah pendanaan CoreWeave dan inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan membuat investor mempertanyakan keberlanjutan belanja AI. Kondisi tersebut mendorong investor melepas kepemilikan saham Samsung Electronics dan SK Hynix.
Tekanan jual di KOSPI terutama didorong investor asing. Pada Kamis pagi waktu Korsel, aksi jual investor asing tercatat mencapai USD 1,8 miliar. Sepanjang Oktober, nilai penjualan bersih investor asing bahkan telah melampaui USD 10 miliar.
Kospi juga berpotensi mencatatkan penurunan selama tujuh hari berturut-turut dan menuju level penutupan terendah sejak awal April.
Saham SK Hynix Turun 57 Persen dari Puncak
SK Hynix menjadi salah satu saham yang paling terpukul dalam koreksi pasar kali ini. Harga saham perusahaan memori tersebut telah turun 57 persen dari level puncaknya pada musim panas.
Sebelumnya, SK Hynix menjadi salah satu saham unggulan dalam tren investasi AI di Asia. Harga sahamnya melonjak lebih dari 1.000 persen dalam periode 12 bulan hingga Juni, seiring tingginya minat investor terhadap produsen memori yang dibutuhkan untuk pengembangan AI.
Sejak mencapai rekor tertingginya, kapitalisasi pasar SK Hynix telah menyusut lebih dari USD 660 miliar.
Kekhawatiran investor juga meningkat terhadap besarnya utang yang digunakan perusahaan teknologi untuk membiayai pengembangan AI. Obligasi CoreWeave yang jatuh tempo pada 2032, misalnya, turun ke sekitar 78 sen per dolar.
Penurunan tersebut turut mendapat perhatian CEO Tesla, Elon Musk, yang menanggapi pelemahan harga obligasi itu dengan komentar singkat, “yikes”, di media sosialnya.
Sementara itu, SoftBank Group Corp. pada akhir September harus menawarkan imbal hasil obligasi untuk memperoleh pendanaan bagi ambisi investasinya di bidang AI.
