Kumparan Logo

Butuh Belanja Modal Rp 8,4 Triliun, Adaro Berencana Terbitkan Obligasi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adaro Energy di Hotel Raffles, Jakarta. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adaro Energy di Hotel Raffles, Jakarta. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar USD 450 juta hingga USD 600 juta atau sekitar Rp 8,4 triliun (kurs Rp 14.000) di tahun ini.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, belanja modal itu bisa diperoleh dari berbagai sumber pendanaan. Tak terkecuali dengan penerbitan obligasi atau surat utang (bond).

“Capex akan mix, kita akan gunakan operasional dari EBITDA yang kita generate, lalu kita financing dari luar,” katanya ketika ditemui di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (30/4).

Namun, Boy panggilan akrab Garibaldi Thohir masih belum bisa menyebut detail sumber pendanaan tersebut. Hingga kini pihaknya masih akan melihat situasi dan perkembangan pasar.

“Masih kita review market. Apakah mau bond atau big loan,” imbuh dia.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adaro Energy di Hotel Raffles, Jakarta. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Senada, Chief Financial Officer Adaro Energy Lie Luckman pun menegaskan, pihaknya bakal membuka kesempatan pendanaan secara terbuka. Kuncinya, melihat yang paling efisien.

“Kita selalu dalam posisi open, source financing mana yang murah. Tapi kita juga harus lihat buat kebutuhan apa,” timpal dia.

Luckman menjelaskan, sebagian besar modal belanja itu nantinya akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis tambang (development mining) perseroan.

Alokasi untuk development mining kita di AMC (Adaro MetCoal Companies) kurang lebih 1/3. Lalu, kedua, kita akan peremajaan alat-alat berat kita, itu kurang lebih 1/3. Lalu sisanya untuk development lainnya. Kalau berapa persennya coal? 2/3 dari capex kita,” kata dia.

Luckman menyebut, modal itu nantinya diharapkan bisa berdampak positif bagi produktivitas perusahaan batu bara yang pada tahun 2018, berhasil mencapai target produksinya, yaitu 54,04 Mt atau sesuai panduan yang ditetapkan sebesar 54-56 Mt.

“Jadi, kita memang selalu optimistis dan positif karena Adaro merupakan source energi yang murah. Teknologi kan juga berkembang,” tandasnya.