Kumparan Logo

Buyback Saham BRI Beri Sinyal Positif bagi Investor, Ini Kata Analis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-127, Senin (5/9/2022). Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-127, Senin (5/9/2022). Foto: Dok. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI berencana untuk melakukan aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham dalam waktu dekat. Hal itu menjadi menjadi sinyal positif potensi pertumbuhan kinerja perseroan ke depan. 

Analis menilai aksi buyback oleh BRI juga semakin mendorong kepercayaan investor terhadap kinerja perseroan. Head of Equity Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menjelaskan, implikasi dari aksi korporasi ini dapat terlihat dari Earning per Share (EPS) atau representasi dari seluruh jumlah dana yang bisa diterima oleh pemilik saham atas setiap lembaran saham yang dimiliki investor.

“Dengan membaiknya kinerja perusahaan maka begitu pula dengan likuiditas perusahaan itu sendiri. Maka, saya masih meyakini bahwa program buyback saham BBRI tersebut akan berdampak positif pada kinerja sahamnya,” jelasnya dalam keterangan, Kamis (15/9).

“Selain itu, aksi korporasi ini juga mengindikasikan bahwa BRI melihat saham BBRI masih undervalued. Sehingga diharapkan aksi buyback yang berimplikasi langsung terhadap outsanding share bisa mengangkat valuasi dan harga saham BBRI saat ini,” tambah Agung.

Gedung BRI. Foto: BRI

Harga Saham BRI Sempat Sentuh All Time High!

Adapun di awal tahun ini, terpantau saham BRI sangat positif di angka Rp 4.180. Sebulan berselang, saham BBRI sempat tumbuh 6,5 persenke level Rp 4.450 pada pekan pertama Februari 2022.

Pada 26 April 2022, saham BRI sempat menyentuh all time high atau harga tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa, yakni di level Rp 4.940. Kemudian bergerak pada rentang Rp 4.250 hingga Rp 4.600.

Adapun kapitalisasi pasar BBRI pada pekan kedua September 2022 berada di angka Rp 675,95 triliun. Dengan EPS alias laba bersih per saham Rp 327, maka PER saham ini 13,64 kali dan price to book value (PBV) 2,39 kali.

Tujuan Buyback Saham BRI

Pegawai BRI. Foto: BRI

Adapun hasil buyback ini akan disimpan sebagai saham treasury dalam rangka pemberian insentif kepada pekerja BRI. Hal ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap pekerjanya yang telah memberikan kinerja terbaiknya.

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan kemampuan BRI untuk menciptakan pertumbuhan baru menjadi kunci perseroan masih terus optimistis di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Dibayangi kenaikan suku bunga acuan, Ryan menyebut besar kemungkinan pertumbuhan kredit BRI menyentuh 9-11 persen secara tahun (yoy). Dalam risetnya, dirinya menyebut pertumbuhan kredit sektor mikro BRI bisa mencapai 13-15 persen yoy.

Kinerja pertumbuhan kredit BRI semakin kuat berkat konsolidasi Holding Ultra Mikro bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).  Kredit dari anak usaha PNM juga diproyeksikan tumbuh 17-20 persen yoy serta kredit PT Pegadaian naik 10-11 persen yoy.

Hingga paruh pertama tahun ini, BRI Group membukukan laba bersih senilai Rp 24,88 triliun atau tumbuh 93,38 persen yoy. Pencapaian laba ini menjadi yang terbesar sekaligus menjadi pertumbuhan yang tertinggi di Indonesia.

Dengan kinerja laba tersebut bank membukukan tingkat pengembalian modal atau Return on Equity (ROE) sebesar 17,54 persen dan tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) mencapai 3 persen.

****

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.