Kumparan Logo

Cak Imin Gandeng Amran Turunkan Kemiskinan via Pertanian dan Peternakan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan saat peresmian Malang Migrant Center di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan saat peresmian Malang Migrant Center di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mendorong pengentasan kemiskinan lewat pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan peternakan. Ia berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mencapai target itu.

Cak Imin percaya cara ini bisa menekan angka kemiskinan. Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) pun bakal berkurang, sehingga anggarannya bisa lebih efisien.

“Dengan berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial karena pemberdayaan, maka otomatis akan ada efisiensi anggaran untuk pemberdayaan berikutnya. Dalam konteks ini, kita melihat Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai ekosistem pemberdayaan. Baik berbasis zona lokasi, lokus, maupun berbasis kepada komoditas,” kata Cak Imin usai bertemu Amran di kediaman pribadi Amran di Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Pemberdayaan itu rencananya mencakup seluruh rantai, dari hulu sampai hilir. Cak Imin berharap produk yang dihasilkan nanti bisa menembus pasar ekspor.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di kediamannya, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

“Komoditas dan jenis program sampai mulai dari hulunya, penanaman, pengelolaan dasar di hulu sampai di outcome-nya, yaitu produk itu menjadi ekspor atau masuk pasar. Sehingga ada pengemasan, ada target konsumen,” ujarnya.

Untuk saat ini, program tersebut akan dijalankan di 88 lokus kemiskinan yang tersebar di seluruh Indonesia. Cak Imin tidak merinci daerahnya. Ia menyebut sejumlah komoditas yang bisa didorong, antara lain kopi, cabai, singkong, dan ayam.

Selain jangka pendek, ia menargetkan pemberdayaan jangka panjang yang mengarah ke hilirisasi.

“Misalnya cabai atau singkong, peternakan ayam seperti itu yang mempercepat penanggulangan kemiskinan. Apalagi untuk jangka panjang, sudah ada, karena ini tadi jangka pendek. Ya, jangka panjang tentu hilirisasi yang dibangun luar biasa. Hilirisasi misalnya kelapa, yang sudah berhasil,” kata Cak Imin.

Menurut dia, sektor pertanian cocok menjadi program pemberdayaan karena memiliki rantai yang lengkap dari hulu sampai hilir.