Kumparan Logo

Candaan Sri Mulyani: Cita-cita Saya Waktu Kecil Ingin Jadi Guru TK

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Sri Mulyani dan Aktor Reza Rahardian (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani dan Aktor Reza Rahardian (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapat penghargaan sebagai menteri terbaik dunia di World Development Summit di Dubai. Namun siapa sangka, profesi yang digelutinya saat ini hingga diganjar penghargaan tingkat dunia ternyata bukan cita-cita sesungguhnya Sri Mulyani. Dalam sebuah acara talk show, Sri Mulyani membeberkan cita-cita masa mudanya yang kerap kali berubah.

“Cita-cita saya, waktu kecil saya kepingin jadi guru TK, i love children, benar-benar saya really love playing with children bagaimana mereka gembira, ekspresi, mereka berinteraksi, itu membuat adrenalin saya muncul," ungkap Sri Mulyani di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (11/5).

Meski demikian, cita-cita tersebut tidak bertahan lama. Memasuki SMP, Sri Mulyani muda bertemu dengan seorang guru Bahasa Inggris. Saat itu, penampilan dan cara mengajar guru tersebut sangat memikat perhatian Sri Mulyani. Cita-citanya pun berubah ingin menjadi guru Bahasa Inggris.

Namun ternyata ketika duduk di bangku SMA, Sri Mulyani justru masuk di jurusan IPA. Anak ke 7 dari 10 bersaudara ini pun melihat keenam kakaknya juga berkecimpung di dunia sains.

“Kakak nomor 1 dokter, 2 dokter, 3 insinyur, 4,5,6 insinyur, ini kok kayaknya enggak kreatif amat ya,” guraunya.

Menkeu Sri Mulyani dan Aktor Reza Rahardian (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani dan Aktor Reza Rahardian (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Bahkan saat lulus SMA, Sri Mulyani sudah diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa melalui tes. Namun, ternyata Sri Mulyani lebih memilih banting setir dengan mengambil jurusan ekonomi di Universitas Indonesia.

“Ambil jurusan ekonomi. Terus kata ibu nanti kamu jadi klerek (teller) itu yang penerima uang di bank itu. Itu bayangan ibu bapak saya karena dua-duanya dosen,” kenang Sri Mulyani diiringi gelak tawa penonton.

Akhirnya Sri Mulyani diperbolahkan mengambil jurusan ekonomi asalkan mau menjadi dosen seperti kedua orang tuanya. Sri Mulyani pun merasa tidak keberatan. Apalagi dirinya sangat menyukai penelitian.

“Makanya jadi saya rasa masuk ekonomi bukan mau jadi Menteri Keuangan, saya masuk ilmu ekonomi karena mau jadi dosen ekonomi jadi peneliti. I love meneliti,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani dirinya sangat tertarik dengan data, hobi membaca buku, dan memahami kebisaan manusia.

“Jadi saya menikmati ilmu ekonomi itu adalah karena ada ilmu psikologinya behaviour konsumen, behaviour perusahaan. Kemudian how to policy, bagaimana kebijakan didesain, kalau dibikin begini, rakyatnya bereaksi begini bagaimana caranya, tujuannya begini, apa instrumennya. Sangat menyenangkan,” tutupnya.