Cara BTN Cegah Pembobolan Dana Nasabah: Perbaiki Prosedur hingga Ganti SDM

PT Bank Tabungan Negara (Persero) terus melakukan perbaikan dalam kinerja perusahan. Salah satunya mencegah agar praktik pembobolan oleh pembobol bank tidak terjadi.
Direktur Keuangan BTN Nixon Napitupulu mengatakan, hal penting yang jadi perhatian pihaknya ialah meningkatkan good corporate governance (GCG) dengan memperkuat internal perusahaan.
“Lebih banyak kita lakukan di dalam. Dan kita udah introspeksi perbaikan prosedur. Banyak sekali prosedur yang kita benerin. Orangnya kita ganti, banyaklah yang kita lakukan di dalam,” ujar Nixon di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (16/2).
Tak hanya itu, pihaknya pun akan memperbaiki sistem kontrol di BTN pusat hingga daerah. Termasuk dalam hal pelayanan hingga penjualan produk BTN.
“Jadi GCG-nya makin benar,” ujarnya.
Jika dirunut, BTN memang sempat mencatatkan kasus yang menyangkut pembobolan dana nasabah. Ada pegawai setempat yang membobol dana nasabah yang nilainya capai Rp 110 miliar, beberapa waktu lalu.
Selain itu, PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance), mengungkap kerugian akibat kasus pembobolan BTN mencapai ratusan miliar.
Kasus ini berawal dari penempatan dana yang dilakukan SAN Finance senilai Rp 250 miliar di BTN. SAN Finance kemudian menarik dana Rp 140 miliar. Sementara sisanya Rp 110 miliar ketika itu hilang.
Direktur SAN Finance, Naga Sujady, menjelaskan kejadian yang sejak 2016 tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian atas dana yang belum kembali, namun juga kerugian immateriil yang menghambat usaha. Nilai kerugiannya mencapai Rp 160 miliar.
