Kumparan Logo
Prudential
Prudential

Cara Membangun Bisnis yang Berumur Panjang ala Prudential

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prudential Foto: REUTERS/Bobby Yip
zoom-in-whitePerbesar
Prudential Foto: REUTERS/Bobby Yip

Dalam dunia bisnis, para pengusaha pasti ingin agar usahanya tumbuh, berkembang, dan bertahan dalam jangka waktu lama. Termasuk saat harus diterpa pandemi corona yang sedang mewabah.

Untuk membangun sebuah bisnis yang mampu bertahan alias sustainable, ternyata membutuhkan banyak faktor yang perlu diperhatikan. Mulai dari perencanaan pengelolaan SDM hingga evaluasi keuangan.

“Pertama yaitu, perencanaan. Pengusaha harus punya struktur organisasi, enggak harus kompleks tapi tahu pembagian kerja,” ungkap VP Corporate Business Prudential Indonesia Rika Indriyani Rustam dalam Festival UMKM kumparan, Selasa (27/10).

Menurut Rika, struktur organisasi itu juga dibutuhkan untuk mengetahui jumlah karyawan yang dibutuhkan agar tetap efisien. Selain itu, pemilik usaha juga memastikan karyawan dengan skill apa yang sedang dibutuhkan.

Menurut Rika, proses rekrutmen karyawan tidak cukup hanya dengan melihat portfolio di atas kertas saja. Namun pengusaha juga harus melihat attitude dan behavior calon pekerja dan memastikan individu tersebut cocok dengan visi misi perusahaan.

kumparan post embed

Jika proses rekrutmen sudah terlewati, maka langkah selanjutnya adalah pengembangan SDM. Dalam tahap ini, penting bagi pengusaha untuk memberikan pelatihan dan pengembangan agar skill karyawan bisa bertambah dan produktivitas mereka bisa maksimal.

Selanjutnya, jika sudah ada karyawan yang punya etos kerja bagus maka pengusaha juga perlu melakukan evaluasi kinerja dan kompensasi. Menurut Rika, sistem penilaian penting dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang baik.

Lewat penilaian, pengusaha bisa memberikan feedback ke karyawan serta sebagai dasar penentuan kompensasi ke karyawan. Termasuk memberikan apresiasi atas kinerja mereka. Selain itu Rika juga menyarankan agar setiap pengusaha memiliki data kepegawaian yang rapi.

“Disarankan kalau jumlah karyawan sudah mencapai 25 orang, buat peraturan perusahaan sehingga pengelolaan SDM bisa lebih tertib,” ujarnya.

Selain dari sisi SDM, pengelolaan keuangan juga menentukan perjalanan sebuah bisnis. Menurut Rika, seorang pengusaha paling tidak harus mempunyai rencana anggaran untuk satu tahun ke depan. Rencana keuangan ini terutama ditujukan untuk biaya atau pengeluaran yang besar misalnya biaya sewa, bayar karyawan dan biaya pembelian bahan baku.

embed from external kumparan

Kemudian, yang juga penting adalah proses menentukan harga produk. Menurutnya harga produk harus bisa menutupi harga bahan baku, menutupi biaya operasional serta memberikan keuntungan kepada perusahaan. Lalu jika perusahaan sudah mengantongi keuntungan, Rika juga mengingatkan agar pengusaha tetap menyisihkan sebagian dari profit untuk dana darurat.

“Juga menghindari pengeluaran yang tidak terencana dan tidak relevan dengan bisnis sehingga kita harus disiplin,” ujarnya.

Menurut Rika keuangan adalah hal paling esensial yang harus terus menerus dicatat, dipantau dan dievaluasi pergerakannya. Termasuk juga membuat batasan antara keuangan pribadi dan bisnis.

“Penting bahwa pembukaan harus rapi. Karena dengan pembukaan rapi kita bisa tahu jika ada sesuatu yang tidak terencana. Kita sudah tahu dan bisa melakukan tindakan perbaikan. Dengan perencana yang baik evaluasi pun akan mudah dilakukan,” tandasnya.