Kumparan Logo

Cara Pedagang Bakso Siasati Mahalnya Harga Daging Sapi

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warung Wijaya Soto dan Bakso Sapi, Bali Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warung Wijaya Soto dan Bakso Sapi, Bali Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Harga daging sapi terpantau naik dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini harga daging sapi paling tinggi dipatok Rp 135 ribu per kilogram (kg) di Aceh, sementara harga daging sapi di DKI Jakarta Rp 130 ribu per kg.

Dampak kenaikan harga daging ini membuat pengusaha bakso dan mie putar otak untuk menyiasati produksi bakso. Asosiasi Pengusaha Mie dan Bakso (Apmiso) mengakui, jika saat ini banyak anggotanya yang mengganti daging sapi dengan daging ayam.

“Mereka nyampur dengan ayam,” kata Plt Ketua Umum Apmiso Lasiman kepada kumparan, Senin (11/1).

Sejumlah calon pembeli melihat lihat daging sapi pada perayaan tradisi meugang di pasar tradisional, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (23/5). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Menurut Lasiman, saat ini sebagian pengusaha bakso tak bisa mempertahankan produksi dengan menggunakan daging sapi. Di sisi lain, pengusaha juga tak bisa menaikkan harga jual karena akan ditinggal pembeli. Adapun daging menyumbang hampir 90 persen dari total biaya produksi bakso.

“Jadi memang harus banyak inovasi cara menyiasati harga daging semakin naik juga,” sambungnya.

Ia pun menerangkan ciri-ciri bakso yang dicampur daging ayam. Warna bakso yang dicampur daging ayam cenderung lebih pucat dan rasa kuah kurang sedap.

“Tapi kalau sekali dua kali ya tidak tau kalau bakso itu dicampur ayam, pasti akan lebih lembek karena daging ayam kan halus kalau campur sapi kan lebih lebih warna dan tekstur berbeda,” jelasnya.