Cara Starbucks Ambil Keuntungan di Tengah Banyaknya Gerai Tutup

Starbucks Corp (SBUX.O) membuka gerai reserve pertama pada Selasa (27/2) dari rencananya sebanyak 1000 gerai. Gerai ini sebagai bagian dari strategi dari mengantisipasi persaingan kopi kelas atas dan kelas menengah seperti Intelligentia Coffee & Tea dan Blue Bottle Coffee Co (NESN.S).
Sebelumnya pada tahun lalu, Starbucks memiliki jumlah gerai lebih banyak daripada McDonald's Corp (MCD.N) di Amerika Serikat. Perusahaan minuman kopi terbesar di dunia ini mencapai tonggak sejarah, hingga akhirnya tren penurunannya memicu kekhawatiran membuka terlalu banyak toko.
Toko baru ini terletak di lokasi pusat Starbucks dan akan memperluas pangsa minuman dengan menambah menu khas "Seattle Reserve Roastery" seperti latte nitro. Ini juga akan menyajikan makanan dari roti roti Princi Italian dan minuman beralkohol dari bar "mixology".
"Ini adalah berita yang baik untuk Starbucks dan masa depan ekonomi unit kami," kata Starbucks co-founder dan Executive Chairman, Howard Schultz, dikutip dari Reuters, Rabu (28/2).
Schultz mengatakan bahwa dia melihat mulai banyak toko kosong di kawasan strategis, di lokasi-lokasi utama dan meramalkan bahwa harga sewa akan mulai turun karena pergeseran terus dari toko ke belanja online.
"Ini tidak akan menjadi perubahan dalam biaya hunian kita, tapi hal ini tentu saja akan membuat penurunan biaya lokasi kita secara permanen," katanya.
Starbucks telah membuka sekitar 700 kafe A.S. per tahun. Perusahaan ini memiliki rencana jangka panjang untuk membuka 30 konsorsium Reserve Roastery, 1.000 toko reserve dan memasang bar reserve di 20% toko andalannya.
Ini juga berencana untuk membuka toko Princi yang berdiri sendiri di Seattle, Chicago dan New York. Pada tahun 2016, Starbucks melakukan investasi finansial di Princi dan mencapai kesepakatan lisensi global dengan toko roti rakyat Milan yang berbasis di Italia.
