Cegah Pencurian Listrik, PLN Kubur Kabel di Bawah Tanah

PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mengungkapkan adanya listrik yang hilang (losses) karena pencurian listrik yang dilakukan oleh oknum Pedagang Kaki Lima (PKL). Biasanya, oknum PKL menempelkan kabel penyalur listrik ke kabel utama PLN.
Berdasarkan data PLN Disjaya, listrik yang hilang di tahun ini, baik dikarenakan pencurian maupun kebocoran sebesar 5,3%. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7% hingga 8%.
"Sekarang ini yang seperti itu (pencurian listrik) terus turun. Kita akan terus tekan," ujar General Manager PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad, di Kantor PLN Disjaya, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).
Adapun salah satu cara PLN Disjaya untuk mengantisipasi hal itu yakni dengan memindahkan kabel PLN Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ke dalam tanah. Selain untuk menghindari pencurian listrik, pemindahan kabel itu juga untuk estetika kota.
"Kami terus berinvestasi membuat jaringan kabel ini ideal, misalnya seperti kemarin kami berkomitmen memindahkan kabel ke bawah tanah. Karena itu sumber kehilangan listrik," ucap Ikhsan.
Berdasarkan rencana PLN Disjaya, pemindahan kabel di tiang listrik ke bawah tanah akan dilakukan di beberapa titik. Di Jakarta Selatan, pemindahan akan dilakukan di Jalan Melawai, Jalan Bulungan, Jalan Mahakam, Jalan Iskandarsyah, dan Jalan Kalibata.
Sementara untuk Jakarta Pusat, pemindahan dilakukan di Jalan Tanah Abang, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, dan Jalan Bungur Raya.
Untuk Jakarta Barat dilakukan di Jalan Rusun Pesakih Daan Mogot, Jalan Daan Mogot Perumahan Victoria, hingga Simpang Perempatan Cengkareng. Sedang Jakarta Utara hanya di Jalan Pluit Muara Karang.
"Kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan listrik secara legal," ujarnya.
Dia berharap dengan adanya berbagai upaya tersebut, jumlah listrik yang hilang hanya berada di angka 4%. Sebab listrik yang hilang tersebut, berpengaruh pada Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.
