Kumparan Logo

Cek Data: 57,93% Rumah Tangga di Indonesia Sudah Pakai Atap Genteng, 31,48% Seng

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Senin (2/2/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Senin (2/2/2026). Foto: Kemensos RI

Presiden Prabowo Subianto menggagas ide penggunaan genteng berbahan dasar tanah untuk memperindah bangunan di setiap atap rumah. Menurut Prabowo, saat ini masih banyak ditemui atap rumah di berbagai daerah yang menggunakan seng. Seng dinilai tidak awet dan tidak ramah lingkungan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Lantas, berapa jumlah rumah tangga di Indonesia yang sudah menggunakan genteng sebagai atap rumahnya?

57,93% Rumah Tangga di Indonesia Sudah Pakai Genteng

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 57,93 persen atau 40.913.287 rumah tangga di Indonesia sudah menggunakan genteng sebagai atap rumah mereka. Artinya, mayoritas masyarakat Indonesia sudah menggunakan genteng sebagai pilihan utama.

embed from external kumparan

Sementara itu, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga menggunakan seng sebagai atap. Seng merupakan material penutup atap yang terbuat dari lembaran logam. Bahan itu terkenal dengan bebannya yang ringan, tahan lama, dan harganya yang lebih terjangkau.

Meski begitu, penggunaan seng sebagai atap seringkali tak diminati lantaran dapat mengeluarkan bunyi berisik saat hujan. Selain itu, rumah juga bisa terasa lebih panas lantaran bahan bersifat logam menyerap dan menghantarkan panas.

Ilustrasi atap seng. Foto: BELL KA PANG/Shutterstock

Selain genteng dan seng, 7,85 persen atau setara dengan 5.543.280 rumah tangga memiliki atap asbes. Atap asbes terbuat dari bahan campuran antara semen dan serat. Harganya terjangkau, tahan api, ringan, dan mudah dipasang. Akan tetapi, atap asbes berisiko melepaskan serat-serat halus yang berbahaya bagi kesehatan jika terhirup manusia.

Nah, hanya 1,63% persen atau 1.148.294 rumah tangga yang menggunakan atap berbahan beton. Atap dengan bahan ini merupakan campuran antara semen, pasir, air, dan pigmen warna. Beton terkenal dengan kekuatannya yang kokoh dan tahan lama disebut bisa mencapai umur 50 tahun.

Ilustrasi genteng asbes. Foto: bolanksevent/Shutterstock

Sementara itu, sebanyak 0,28 persen atau 199.055 masih menggunakan atap berbahan dasar bambu, kayu atau sirap. Kemudian 0,84 persen atau 592.978 rumah tanggal menggunakan atap berbahan dasar yang lain, termasuk jerami, ijuk, hingga rumbia.

Sebaran di Perkotaan vs Perdesaan

Bila dilihat dari sebarannya, penggunaan atap genteng di kota mencapai 62,2 persen. Sementara seng ada di angka 24,4 persen. Nah di desa, genteng digunakan 52,5 persen rumah tangga.

embed from external kumparan

Sebaran Penggunaan Atap di Indonesia Berdasarkan Provinsi

Penggunaan genteng sebagai tutupan pada atap rumah memang belum tersebar merata. Data BPS pada 2022 masih menggunakan acuan 34 provinsi, belum 38 provinsi seperti saat ini.

Atap berbahan dasar genteng tanah juga terbanyak masih terpusat di wilayah Jawa. Secara persentase, penggunaan genteng di Yogyakarta mencapai 95,03 persen. Diikuti oleh Jawa Timur yaitu 93,58 persen, kemudian ada Lampung 87,10 persen.

Ilustrasi genteng. Foto: Yaksa Images/Shutterstock

Sementara itu, atap berbahan dasar seng paling banyak ada di Gorontalo yaitu 97,3 persen. Diikuti oleh Sulawesi Utara 96,23 persen, serta Sulawesi Barat 95,97 persen.

Persentase jenis atap yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 34 data

Nama Provinsi
Beton
Genteng
Seng
Asbes
Bambu/ Kayu/ Sirap
Lainnya
ACEH
2,30%
1,89%
92,91%
1,17%
0,26%
1,47%
SUMATERA UTARA
2,16%
2,30%
92,10%
2,10%
0,15%
1,19%
SUMATERA BARAT
1,17%
1,80%
95,97%
0,68%
0,06%
0,31%
RIAU
2,29%
3,27%
91,49%
2,05%
0,19%
0,71%
JAMBI
2,17%
18,10%
77,25%
2,15%
0,11%
0,22%
SUMATERA SELATAN
1,99%
53,10%
37,63%
6,24%
0,36%
0,68%
BENGKULU
1,12%
4,26%
92,64%
1,81%
0,04%
0,13%
LAMPUNG
0,64%
87,10%
4,39%
7,77%
0,05%
0,05%
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
1,02%
8,47%
30,63%
59,47%
0,09%
0,32%
KEPULAUAN RIAU
4,72%
7,52%
50,88%
34,10%
0,03%
2,75%

1 - 10 dari 34 baris

Sementara itu, jumlah rumah atap berdasarkan jenisnya di seluruh provinsi dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 34 data

Nama Provinsi
Beton
Genteng
Seng
Asbes
Bambu/ Kayu/ Sirap
Lainnya
ACEH
29.490
24.251
1.191.927
15.054
3.277
18.834
SUMATERA UTARA
76.132
81.133
3.248.446
74.182
5.326
42.055
SUMATERA BARAT
15.709
24.133
1.283.905
9.142
757
4.144
RIAU
36.328
51.893
1.451.432
32.549
3.061
11.235
JAMBI
19.604
163.538
698.036
19.434
1.007
1.980
SUMATERA SELATAN
41.936
1.117.356
791.668
131.342
7.560
14.219
BENGKULU
5.810
22.092
480.540
9.401
221
661
LAMPUNG
14.825
2.023.598
101.990
180.435
1.163
1.277
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
3.877
32.284
116.717
226.596
341
1.230
KEPULAUAN RIAU
27.116
43.210
292.491
196.005
158
15.834

1 - 10 dari 34 baris