Kumparan Logo

Cenderung Melandai, Vale Indonesia Targetkan Produksi 70.800 Ton Nikel di 2024

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Operations, Process Plant, Nursery PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: Vale Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Operations, Process Plant, Nursery PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: Vale Indonesia

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menargetkan produksi nikel matte sebesar 70.800 metrik ton pada 2024. Angka tersebut naik tipis dari target produksi nikel perusahaan di tahun ini sebesar 70.000 metrik ton.

Adapun pada kuartal III 2023, realisasi produksi nikel Vale Indonesia mencapai 17.953 metrik ton. Sehingga total produksi perusahaan selama 9 bulan di tahun 2023 sebesar 51.664 metrik ton.

"Target produksi kami di tahun 2024 kurang lebih sama dengan tahun ini, yaitu 70.800 metrik ton dalam bentuk nikel matte," ungkap Chief Operating Officer Vale Indonesia, Abu Ashar, saat Public Expose Live 2023, Rabu (29/11).

Sementara itu, Chief Financial Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menjelaskan target produksi nikel yang cenderung melandai tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, pemeliharaan alat produksi di tahun 2024.

"Di tahun 2024 itu jumlah hari yang kami akan spend untuk pemeliharaan alat itu lebih besar, jadi itu akan berpengaruh juga pada availability dari alat kami yang ada di pabrik untuk produksi," jelas Bernardus.

Faktor kedua, kata Bernardus, adalah tingkat kualitas nikel yang ada di wilayah pertambangan milik Vale Indonesia. Semakin tinggi grade nikelnya, maka semakin besar produksi perusahaan.

"Kalau itu dinormalisasikan kita berpeluang untuk produksi lebih tinggi. Dengan mempertimbangkan itu, grade nikel dan all chemistry yang ada dan availability alat kami tahun depan, maka level produksi yang visible adalah 70.000," tutur Bernardus.

Aktivitas pabrik pengolahan Nikel milik PT Vale Indonesia (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

Bernardus memastikan Vale Indonesia tidak akan berhenti di target produksi 70.000 metrik ton di tahun-tahun selanjutnya, dengan terus meningkatkan kualitas nikel dan ketersediaan alat produksi.

"Sehingga di tahun-tahun selanjutnya availability dan utilisasi alat lebih tinggi lagi, dan kami upayakan kami bisa dapatkan ore atau bijih dengan chemistry dan grade lebih baik dan tahun-tahun ke depan bisa produksi lebih baik lagi," ungkap Bernardus.

Bernardus menuturkan Vale Indonesia juga mengantisipasi tantangan penurunan harga nikel dunia yang kini di level USD 16.000 per ton. Perusahaan akan terus menggenjot produksi untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya.

"Kami melihat tren penurunan harga nikel ini juga tantangan bagi kami, kami justru harus terpacu untuk meningkatkan produksi. Dengan ini kami masih punya margin cukup untuk booking profit jadi tidak ada revisi produksi dalam rencana kami," ujar Bernardus.