CEO Boeing Siap Mundur Akhir Tahun Imbas Insiden Ledakan Panel 737 MAX

26 Maret 2024 11:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO Boeing, Dave Calhoun. dok. Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO Boeing, Dave Calhoun. dok. Reuters
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS), Boeing, akan merombak besar-besaran direksi perusahaan. Hal ini menyusul insiden ledakan panel udara pada pesawat 737 MAX pada Januari 2024 lalu.
ADVERTISEMENT
Terbaru, CEO Boeing, Dave Calhoun akan mengundurkan diri pada akhir tahun ini. Selain itu ada juga, Ketua Dewan Direksi Boeing, Larry Kellner dan Kepala Bisnis Pesawat Komersial Boeing, Stan Deal yang juga memilih untuk mengundurkan diri.
Mengutip Reuters, Selasa (26/3), pengunduran tersebut dilakukan karena dewan direksi Boeing mencoba untuk mengendalikan berbagai masalah atas jatuhnya kepercayaan publik terhadap Boeing, dalam beberapa minggu ini.
Sebab, insiden ledakan panel itu merupakan yang terbaru dari serangkaian krisis keselamatan yang telah menggoyahkan kepercayaan industri terhadap Boeing dan menghambat perusahaan untuk meningkatkan produksi.
Reuters juga menyebut, usai kejadian 5 Januari 2024 lalu itu, para eksekutif Boeing sebetulnya masih memberikan dukungan kepada sang CEO, namun hal itu surut setelah regulator AS merinci ada masalah kualitas di pusat manufaktur perusahaan di luar Seattle.
Perakitan Boeing 737 MAX-9 di fasilitas produksi di Renton, Washington, AS, 13 Februari 2017. Foto: Jason Redmond/Reuters
Adapun Dave Calhoun, sudah diangkat menjadi CEO Boeing setelah dua kecelakaan pada 2018 dan 2019 yang menewaskan hampir 350 orang. Namun para investor menilai, perombakan direksi Boeing ini tidak akan cukup untuk mengatasi permasalahan yang terus terjadi.
ADVERTISEMENT
Hal ini terlihat dari saham Boeing yang telah kehilangan sekitar seperempat nilai sejak kejadian ledakan Januari itu.
Boeing saat ini sedang menjalani investigasi oleh federal dan otoritas AS untuk membatasi produksi sementara supaya bisa memperbaiki masalah keselamatan dan kualitas.
Pekan lalu, sekelompok CEO maskapai penerbangan AS mengadakan pertemuan dengan Direktur Boeing tanpa Calhoun untuk mengungkapkan rasa frustrasinya atas kecelakaan dan manajemen Alaska Airlines.