CEO Danantara Klaim Patriot Bond Sudah Terserap 100 Persen
·waktu baca 2 menit

Chief of Excecutive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengeklaim obligasi Patriot Bond yang diterbitkan Danantara sudah terserap 100 persen.
Patriot Bond ini disebut bertujuan untuk menghimpun dana dari para pengusaha dalam negeri. Melalui instrumen ini, Danantara dikabarkan mengincar dana sekitar Rp 50 triliun.
"(Penyerapan) 100 persen (dari target)," ungkap Rosan saat ditemui di Balai Sarbini Lippo Mall Nusantara, Selasa (16/9).
Sebelumnya, Rosan memastikan Patriot Bond atau instrumen pembayaran baru untuk menghimpun dana, akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Ya (dicatatkan di BEI), sesuai dengan (peraturan) OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” kata Rosan saat ditemui usai Raker bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/9).
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, sebelumnya mengatakan Patriot Bond merupakan instrumen pembiayaan strategis yang lazim digunakan di berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.
"Melalui obligasi ini, negara memperoleh sumber pendanaan jangka menengah-panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses pada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional," kata Pandu dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/9).
Pandu menyatakan prinsip dasar Patriot Bond adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Skema ini membuka ruang bagi kelompok usaha nasional untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Instrumen ini disebut-sebut akan digunakan untuk mengembangkan proyek waste to energy, alias pengelolaan sampah menjadi energi.
"Salah satunya untuk membiayai proyek pengelolaan sampah menjadi energi," kata seorang sumber di Danantara yang mengetahui penerbitan Patriot Bond.
