Kumparan Logo

Cerita Batik Mierto Bawa Keunikan Motif Nusantara

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Batik Mierto. Foto: Kartika Tyas/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Batik Mierto. Foto: Kartika Tyas/kumparan

Di tengah tren fesyen yang terus berganti, batik tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena keindahan motif dan filosofi di baliknya, melainkan juga proses pembuatannya yang membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas para perajin.

Terlebih pada batik tulis, setiap motif dikerjakan secara manual sehingga menghasilkan motif dengan karakter khas. Keunikan inilah yang terus dipertahankan Batik Mierto, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik Mira Jooe yang berbasis di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat

Berdiri sejak 2012, Batik Mierto menghadirkan beragam koleksi yang memadukan motif tradisional Nusantara dengan desain busana masa kini. Melalui inovasi tersebut, batik tidak hanya menjadi pilihan untuk acara formal atau kegiatan adat, tetapi juga dapat dikenakan sebagai pakaian sehari-hari.

Kain yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pakaian Batik Mierto diproduksi langsung dari pengrajin dari beberapa daerah seperti sragen, solo, pekalongan, Jogja dan material yang di gunakan berbagai macam ada katun, doby, viskos, rayon, linen bahkan sutra. Untuk Produksi pakaian jadi berada di kemanggisan, Jakarta Barat.

Selain menawarkan busana siap pakai, UMKM ini juga melayani pembuatan pakaian dari kain batik yang dipilih langsung oleh pelanggan. Bisa Custom motif, design model pakaian, warna dan jenis kain sesuai permintaan customer. Selain itu, customer bisa membawa kain sendiri jika mau di jahit di Mierto juga bisa.

Menariknya, Batik Mierto memiliki cara tersendiri untuk menjaga eksklusivitas produknya. Khusus koleksi batik tulis, setiap motif dibuat secara terbatas sehingga tidak diproduksi massal dengan desain yang sama.

"Kalau khusus batik tulis, kita punya satu motif dalam satu seri. Maksudnya, enggak ada yang sama, karena kita benar-benar produksi sendiri dan dibuat oleh perajin sendiri," ujar Mira selaku owner Batik Mierto, saat ditemui dalam pameran INACRAFT October 2026, Jumat (9/10).

Batik Mierto. Foto: Kartika Tyas/kumparan

Selain menghadirkan desain yang unik, Batik Mierto juga selalu mengutamakan kualitas material. Sebab menurut Mira, keunikan motif, kualitas bahan, dan kenyamanan menjadi sejumlah pertimbangan konsumen dalam memilih produk Batik Mierto.

Strategi itu pun berhasil membuka peluang bagi Batik Mierto untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Tak hanya diminati konsumen domestik, produk Mierto kini telah menjangkau sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Malaysia dan Singapura.

"Produk kami sudah menjangkau pasar luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara, seperti Myanmar, Malaysia dan Singapura," ungkapnya.

Pertamina Bantu Batik Mierto Perluas Jangkauan Pasar

Bergabung menjadi mitra binaan sejak 2025, Batik Mierto telah mendapat berbagai dukungan dari PT Pertamina (Persero), mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran.

Mira pun mengaku bersyukur atas kesempatannya dapat mengikuti INACRAFT October 2026. Apalagi, Pertamina membantu berbagai kebutuhan selama pameran, mulai dari proses pendaftaran, penyediaan stan, hingga fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, Batik Mierto dapat lebih fokus memperkenalkan produknya kepada pengunjung.

"Kami ditawari langsung untuk mengikuti pameran ini. Hampir semuanya dibantu, mulai dari pendaftaran sampai fasilitas. Jadi, kami tinggal membawa baju dan hanger saja," ungkap Mira.

Batik Mierto. Foto: Kartika Tyas/kumparan

Dukungan Pertamina tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Selama pameran berlangsung, perkembangan penjualan UMKM binaan juga dipantau secara berkala sebagai bahan evaluasi usaha.

"Biasanya malam setelah pameran, kami diminta memberikan catatan transaksi harian untuk mengetahui perkembangan penjualan sekaligus menjadi bahan evaluasi," jelas Mira.

Bagi Batik Mierto, keikutsertaan dalam INACRAFT bukan sekadar kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Pameran ini juga menjadi sarana untuk bertemu langsung dengan calon konsumen, memahami kebutuhan pasar, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis baru.

Mira berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran memberikan manfaat bagi UMKM untuk meningkatkan pengenalan merek sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

"Harapannya lebih sering lagi karena sangat membantu untuk mengeksplorasi brand kita. Manfaat yang kami dapat juga terasa banget. Mungkin program-program untuk UMKM bisa lebih diperbanyak," tutur Mira.

Batik Mierto. Foto: Kartika Tyas/kumparan

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa perluasan akses pasar menjadi salah satu hal penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Pertamina pun terus berupaya memberikan kesempatan bagi mitra binaannya untuk mengembangkan bisnis melalui berbagai kegiatan promosi dan pameran.

"Kami berharap keikutsertaan mitra binaan dalam pameran dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan penjualan hingga pesanan dan kemitraan baru. Ketika usaha mitra binaan berkembang, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya," ujar Baron.

Melalui program pembinaan dan fasilitasi pameran, Pertamina berharap UMKM binaannya tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin mandiri dan memiliki daya saing untuk menghadapi persaingan pasar.