Cerita Bos Bank Mandiri Lebih Pilih Bangun Super App Ketimbang Buat Bank Digital
·waktu baca 3 menit

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah memperkenalkan Livin’ Around The World di Hong Kong, Minggu (9/7). Dengan begitu, para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di seluruh dunia sudah bisa menggunakan Livin’ by Mandiri menggunakan sim card setempat.
Lalu bagaimana perjalanan Bank Mandiri, membangun Super App ini, sehingga bisa digunakan di seluruh dunia? Padahal, perusahaan baru meluncurkan Livin’ by Mandiri 1 setengah tahun yang lalu.
Direktur IT Bank Mandiri, Timothy Utama mengatakan, dirinya membangun Livin’ by Mandiri ini sangat dipikirkan dan dipersiapkan dengan matang, sehingga ke depan bisa membuat nilai tambah bagi perseroan dan juga nasabah.
Di tambah, Super App ini dibangun oleh orang Indonesia dan karyawan Bank Mandiri.
“Livin’ diluncurkan 1 setengah tahun yang lalu, di ulang tahun Bank Mandiri ke-63, hingga saat ini sudah diunduh oleh 25 juta lebih, dan nasabah yang teregistrasi sudah mencapai 19 juta, dan pengguna aktif juga sudah 80 persen,”
-Direktur IT Bank Mandiri, Timothy Utama kepada wartawan di Hotel ShangriLa Hong Kong, belum lama ini-
Di mana per Juni 2023, layanan Super App Bank Mandiri ini sudah diunduh 28 juta kali per Juni 2023. Jumlah tersebut meningkat 70 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Bank Mandiri juga mencatat platform digital perseroan sudah mengelola lebih dari 1,3 miliar transaksi dengan total nilai mencapai Rp 1.500 triliun atau naik 65 persen yoy.
Saat peluncuran, Timothy mengaku kerap mendapatkan pertanyaan, mengapa pihaknya lebih memilih membangun Super App ketimbang bank digital. Apalagi, saat itu bank digital sedang menjamur di Indonesia.
Menurutnya, esensi dari definisi bank digital adalah nasabah ketika berhubungan dengan bank tidak perlu ke cabang.
“Dari sebelum on boarding, sebetulnya semua kebutuhan nasabah bertransaksi semuanya sudah kita bikin digital tanpa harus bikin digital bank. Karena sejatinya, Livin’ by Mandiri memiliki konsep digital bank menjadi Super App”
-Direktur IT Bank Mandiri, Timothy Utama-
Untuk itu, ia memilih membangun infrastruktur semuanya dan mempersiapkan untuk meluncurkan Livin’. Super App ini dipilih lantaran tidak hanya menyelesaikan masalah banking tapi juga bisa melayani investasi hingga lifestyle.
“Responsnya sangat positif bagi nasabah ya, apalagi kita memulai ini semua dari nol, buka migrasi,” tambah Timothy.
Dengan penetrasi yang begitu besar, Timothy mampu membalikkan keadaan di tengah menjamurnya bank digital di Indonesia.
“Jadi kalau dulu 5 tahun yang lalu, bank digital bilang gini, ‘we are disrupting konvensional bank’, katanya sebentar lagi konvensional bank akan tutup katanya. Sekarang saya bilang, they used disruption us, hari ini ‘im disrupting the disruptors’. karena yang saya bangun lebih unggul dari fintech-fintech dan digital bank,”
-Direktur IT Bank Mandiri, Timothy Utama-
Apalagi saat ini aplikasi tersebut semua yang dimonitor seluruh prosesnya setiap hari, step by step performance dari setiap fiturnya, dengan hitungan millisecond.Termasuk juga untuk mengantisipasi kenaikan traffic sewaktu-waktu.
Adapun dirinya berharap di akhir 2023, pengguna aktif Livin’ by Mandiri bisa mencapai 25 juta nasabah dengan total transaksi mencapai Rp 3.000 triliun.
