Kumparan Logo

Cerita Erick Thohir Pernah Tolak Tawaran Jokowi Jadi Menpora

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi dan Erick Thohir. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dan Erick Thohir. Foto: Dok. Istimewa

Sebelum dilantik menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir sempat ditawari Presiden Jokowi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada periode pemerintahan Kabinet Kerja (2014-2019).

Erick bercerita, mulanya pada April 2015, sempat dapat tawaran untuk menjadi ketua pelaksana Asian Games 2018 yang dihelat di Indonesia. Meski punya minat di olahraga, Erick sempat skeptis dengan urusan birokrasi pemerintah yang susah, alhasil dirinya menolak tawaran itu.

"Saya punya mimpi, saya enggak pernah masuk pemerintahan, karena persepsinya ribet dan birokrasi susah lah. Contoh, waktu Asian Games, walau itu olahraga, konteksnya banyak pemerintah, mulai dari pengadaan sampai sistem dan lain-lain. Saya enggak mau waktu itu. Tapi saya ada kelemahan ketika bicara nasionalisme saya agak suka terharu,"

-Menteri BUMN, Erick Thohir saat menjadi pembicara di YOTNC 2023 di Jakarta, Sabtu (15/7)-

Namun pada akhirnya, pada November 2015, Erick Thohir menerima tawaran menjadi ketua pelaksana Asian Games karena tidak ada kandidat lain. Dia menyiapkan kompetisi olahraga se-Asia itu hanya dalam 2 tahun 8 bulan. "Akhirnya saya yang ambil dan memang ribet. Terus terang, waktu itu saya tidak mau juga," kenangnya.

Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (15/7/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Eks Presiden Inter Milan ini bahkan mendapat pinangan Jokowi agar menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Namun waktu itu Erick, yang kini menjadi Ketua Umum PSSI, menolak untuk jadi Menpora.

"Pak Jokowi sempat menawari kenapa enggak sekalian Menpora, saya bilang ya enggak lah Pak, yang ini (Asian Games) saja belum selesai," tegas Erick.

Berjalannya waktu, Erick kemudian memutuskan mengiyakan ajakan Jokowi masuk menjadi menteri di kabinetnya. Pada 23 Oktober 2019, Erick resmi dilantik sebagai Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

"Perjalannya terus Pak Jokowi mengajak saya masuk kabinet, khususnya untuk membenahi BUMN yang beliau merasa sangat korup, yang malah membebani pemerintah," pungkas dia.

embed from external kumparan