Cerita Jokowi ke Ibu-ibu Pengusaha: Dulu Modal Usaha Saya Rp 10 Juta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui 500 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Lapangan Alun-Alun Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (25/1) siang.
Adapun Mekaar merupakan program yang memberikan akses permodalan bagi wanita pra sejahtera yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha, mulai Rp 2-5 juta. Program yang diinisiasi Jokowi itu telah berjalan sejak tahun 2016.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi bercerita bahwa modalnya dalam membuka usaha meubel saat itu hanya Rp 10 juta, namun bisa sukses. Dia menegaskan bahwa memulai usaha dengan modal kecil tidak berarti tak bisa sukses.
"Saya dulu memulai usaha dengan uang yang kecil. Kalau ibu Rp 2 juta, dulu saya bedanya Rp 10 juta," ucapnya.
Dia pun mengungkapkan untuk bisa sukses, pengusaha harus jujur, disiplin, dan kerja keras. Untuk kejujuran, Jokowi mencontohkan bahwa uang yang diperoleh dari pinjaman Mekaar harus dipakai usaha, bukan dipakai untuk kebutuhan konsumsi.

"Dulu tetangga saya gitu. Dapat pinjaman Rp 30 juta, besoknya beli motor Rp 15 juta. Saya sudah mikir ini pasti 6 bulan sepeda motornya diambil. Ternyata benar, enggak bisa mengembalikan," kata Jokowi.
Sementara untuk disiplin, menurut dia, sebaiknya ibu-ibu setiap hari menabung untuk membayar cicilan dan memperbesar usaha. Dengan demikian, Jokowi meyakini kemungkinan usaha akan menjadi lebih besar semakin terbuka.
Sedangkan untuk kerja keras, Jokowi meminta agar ibu-ibu yang memperoleh modal dari program Mekaar agar melakukan diferensiasi produk, khususnya bagi ibu-ibu yang sebelumnya sudah memiliki usaha agar pendapatan makin besar.
"Nanti setahun dua tahun ikut program Mekaar, naik kelas bisa pinjam Rp 4 juta. Kalau butuh lebih besar dan Mekaar enggak bisa, loncat ke KUR yang bisa meminjam Rp 25-500 juta. Kuncinya jujur, disiplin, kerja keras," tegasnya.
