Kumparan Logo

Cerita Keberhasilan Denmark Menyulap Angin Menjadi Listrik

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Foto: Pixabay)

Denmark adalah salah satu negara yang berhasil mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi sumber listrik utama untuk penduduknya. Kini sekitar 43% kebutuhan listrik penduduk Denmark berasal dari EBT.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen, menceritakan bahwa negerinya memiliki hembusan angin yang besar. Kekuatan angin ini yang dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

"Saat ini pasokan listeik di Denmark 43% datang dari energi angin. Padahal, selama 23 tahun lalu Denmark masih menjadi negara yang bergantung pada penggunaan baru bara," katanya di rumah dinasnya di Jalan Sriwijaya I, Jakarta, Jumat (23/3).

Meski begitu, kata dia, saat angin begitu kencangnya, turbin angin berhenti dan bisa langsung tak ada energi sama sekali. Cara mengatasinya, kata dia, dengan membangun jaringan interkoneksi bersama negara-negara lain di sekitar Denmark.

"Denmark punya intekoneksi dengan Norwegia dan Jerman. Jadi, ketika salah satu negara ada kendala pasokan listrik, kita bisa interkoneksi dengna negara lain untuk menyalurkan energi. Sisanya, kita juga pakai batu bara," katanya.

Menurut Rasmus, dunia saat ini bergerak ke arah pemanfaatan EBT. Perubahan sudah terjadi sejak 2005 saat transisi dari energi fosil ke energi angin, solar, hydro, biomassa, dan lainnya. Dengan tren seperti ini, ke depannya produksi energi listrik dari EBT akan lebih murah.

Di Indonesia, kata dia, potensi EBT juga sangat besar. Dia memperkirakan energi yang bisa dihasilkan mencapai 400 Gigawatt (GW) di masa mendatang. Potensi energi angin di Indonesia bukan hanya di Sulawesi saja.

"Tapi juga ada di Jawa, Sumatera, Aceh, dan Kalimantan. Kita bisa memaksimalkan potensi yang ada. Paling penting kita harus ada rekaman data untuk melihat perkembangan yang ada," katanya.