Cerita Menteri Basuki Bongkar Drainase Proyek Kereta Cepat yang Bikin Banjir

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membantah kalau banjir yang sempat terjadi di Bekasi karena dampak proyek Tol Jakarta-Cikampek dan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Menurutnya banjir di Bekasi karena meluapnya Sungai Bekasi.
Meski begitu, Basuki tidak menampik kalau proyek kereta cepat memang menjadi penyebab banjir khusus di pinggir-pinggir tol. Basuki mengaku langsung menelepon Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra terkait banjir yang terjadi khususnya di tol Japek.
“Kalau itu yang di tol saja (banjir) tadi yang karena KCIC. Saya sudah telepon direkturnya, saya mau telepon orang China-nya, saya mau bongkar semua itu (drainase),” kata Basuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).
Basuki mengungkapkan, pihak KCIC tidak banyak berdalih atau membantah saat dianggap menjadi penyebab banjir. Sehingga, kata Basuki, pihaknya langsung membongkarnya.
“Kalau (banjir) di pinggir-pinggir tol karena ada pengerjaan proyek KCIC, kereta cepat maka kita bongkarin drainasenya. Kita bongkar karena dia menutup-nutup. Kalau itu iya, di KM 8, 19, 34. Enggak (berdalih), saya bilang saya sudah datang ke lapangan, saya bilang enggak usah izin, bongkar,” ujar Basuki.
Basuki menuturkan, pemerintah tidak hanya fokus menangani banjir di tol tersebut. Ia menegaskan pemerintah bakal terus berupaya mengatasi banjir dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Ia merasa kondisi cuaca juga harus selalu dipantau.
“Kami ini tiap hari dengan Bu Dwikorita (Kepala BMKG) beliau ini memberikan prediksi hujan-hujan,” tutur Basuki.
