Kumparan Logo

Cerita Orang Tua yang Rela Antre Beli Peralatan Sekolah Pakai KJP

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para orang tua berbelanja perlengkapan sekolah memakai Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Para orang tua berbelanja perlengkapan sekolah memakai Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Jelang tahun ajaran baru, berburu peralatan sekolah seolah menjadi hal lumrah. Bahkan, para orang tua rela mengantre dari pagi agar kebutuhan anak untuk sekolah terpenuhi.

Pantauan kumparan di salah satu toko alat sekolah, Romi Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, puluhan orang tua beserta anak atau keluarga berkerumun di depan gerbang padahal toko belum buka.

Setelah pukul 09.25 WIB toko dibuka, para orang tua itu pun menyerbu toko dan memilah barang yang mereka butuhkan. Mulai dari seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, hingga aneka peralatan tulis lainnya.

Safitri, salah satu orang tua murid, menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) saat berbelanja peralatan sekolah di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Salah seorang orang tua, Iren (32) mengatakan, dirinya rela mengantre agar bisa segera mendapatkan barang yang dibutuhkan. Ia yang tinggal di Buncit Jaksel itu, memilih berbelanja di tempat itu karena kualitas yang menurutnya terjamin.

“Saya sudah biasa sih di sini, kualitasnya emang bagus dibandingkan yang lain, di Buncit kan enggak ada, toko yang ada KJP nya setahu saya juga ini sama di Pasar Minggu situ,” kata Ibu dua orang anak itu.

Iren mengaku memilih berbelanja pagi hari agar bisa leluasa memilih barang yang ia incar yaitu seragam sekolah warna putih, batik, dan pramuka.

“Biar bisa milih sih, lagian sekalian keluar kan tadi,” imbuh dia.

Para orang tua berbelanja perlengkapan sekolah memakai Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Di sisi lain, kesempatan berbelanja menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) pun ia manfaatkan untuk membeli segala kebutuhan anaknya. Dengan uang Rp 630 ribu untuk momen masuk sekolah ini, ia rasakan betul manfaatnya.

“Terbantu banget, dicukup-cukupin sih, mumpung ada ini (KJP) jadi dimanfaatkan sebaik-baiknya ya,” katanya.

Senada, Endah (42) mengaku sengaja datang pagi-pagi agar tidak kehabisan barang yang ia cari.

“Iya nih, setiap tahun ke sini, bahannya bagus-bagus, ya biar cepat dapat aja yang dipengen kan,” kata dia.

Perempuan yang datang dari Pondok Labu, Jakarta Selatan itu, memang sedang mencari seragam untuk anaknya yang kini seusia kelas 3 SD.

Ia mengatakan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang ia terima telah membantunya meringankan kebutuhan sekolah untuk anaknya.

“Ya enggak apa antre juga, demi anak, ini dia pengen milih sendiri,” tutupnya.

Para orang tua berbelanja perlengkapan sekolah memakai Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Ia menuturkan, manfaat KJP itu memang hanya diberikan tertentu pada sebagian orang tua dari kalangan yang kurang mampu. Untuk uang per semester di tingkat SD mendapat sejumlah Rp 630 ribu, sedangkan uang transportasi tiap bulannya Rp 130 ribu.

“Memang mengajukan ke sekolah yang enggak mampu gitu sih, enggak semua, yang orang tuanya PNS atau dua-duanya kerja gitu misalnya ya enggak dapet,” tuturnya.

Para orang tua berbelanja perlengkapan sekolah memakai Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Toko Romi Jaya itu merupakan satu dari sekian banyak toko di DKI yang menyediakan layanan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Berbagai peralatan sekolah lengkap tersedia, mulai dari sepatu mulai harga Rp 90 ribu hingga Rp 300 ribu, tas sekolah Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu, buku tulis aneka merek per bungkus Rp 20 ribuan sampai Rp 40 ribuan dan berbagai jenis seragam sekolah.

Suasana berbelanja menggunakan Kartu KJP di Rommy Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Beberapa harga seragam sekolah, di antaranya baju putih pendek Rp 34 ribu sampai Rp 60 ribu, baju putih panjang Rp 38 ribu sampai Rp 70 ribu, baju batik Rp 43 ribu sampai Rp 70 ribu, baju pramuka Rp 38 ribu sampai Rp 90 ribu, baju PMR atau paskibraka Rp 45 ribu sampai Rp 80 ribu, baju lab PDK Rp 90 ribu, kemeja Korpri Rp 95 ribu sampai Rp 110 ribu, dan lainnya.