Kumparan Logo

Cerita Pedagang Arang dan Tusuk Sate Dadakan yang Ramaikan Idul Adha

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peralatan yang dijual untuk membuat sate  (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dijual untuk membuat sate (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Seluruh umat islam, hari ini, Jumat (1/9) merayakan Idul Adha dengan memotong hewan kurban berupa sapi, kambing maupun domba. Nantinya hewan kurban tersebut akan dikuliti dan dagingnya dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Tentunya berbagai makanan olahan daging sapi, kambing maupun domba, seperti gulai, tongseng, hingga sate akan menjadi makanan khas selama Idul Adha. Namun banyak masyarakat pada momen Idul Adha yang mengolah daging kurban menjadi sate.

Dalam membuat sate pastinya masyarakat membutuhkan berbagai peralatan mulai dari alat pemanggang, tusuk sate, kipas, hingga arang. Lantas kumparan (kumparan.com) pada kesempatan ini, menelusuri penjualan peralatan membuat sate di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peralatan yang dijual untuk membuat sate  (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dijual untuk membuat sate (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Masyarakat dapat menemukan secara mudah penjual yang menjajakan alat pemanggang, tusuk sate, kipas sate, dan arang. Pasalnya sepanjang Pasar Kramat Jati banyak penjual yang menjajakan peralatan tersebut secara dadakan.

Salah seorang penjual bernama Suhartini mengatakan selama ldul Adha peralatan membuat sate selalu laris dibeli masyarakat. Karena banyak masyarakat yang mengolah daging kurban menjadi sate.

"Ya alhamdulilah laris, banyak yang beli kan pada dibuat sate daging kurbannya, pada ngadain bakar-bakaran," ujar Suhartini saat ditemui di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (1/8).

Peralatan yang dijual untuk membuat sate  (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dijual untuk membuat sate (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Mengenai harga, Suhartini mengatakan tidak menjual barang dengan harga yang sangat mahal. Sebagai contoh harga panggangan daging dari bahan seng ia jual mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 40.000/buah tergantung ukurannya.

"Dijualnya murah saja, enggak mahal kok," imbuh Suhartini.

Selain menjual alat panggangan daging dari seng, Suhartini juga menjual peralatan membuat sate lainnya, seperti kipas, tusuk sate, hingga arang. Meskipun hanya sehari menjual perlatan membuat sate, Suhartini mengaku dapat meraup keuntungan hingga Rp 500.000.

Peralatan yang dijual untuk membuat sate  (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dijual untuk membuat sate (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Di lokasi yang sama pedagang lain bernama Marsinta mengatakan dirinya selama Idul Adha juga selalu rutin menjual peralatan membuat sate. Meskipun selama ini Marsinta di Pasar Kramat Jati juga berjualan perabotan rumah tangga, namun demi mendapatkan keuntungan yang lebih dirinya berjualan peralatan membuat sate.

"Rutin ini jualan, tapi kan jualan kaya gini musiman sehari saja, ya enggak apa-apa biar dapat untung lebih," jelas Marsinta.

Peralatan yang dijual untuk membuat sate  (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dijual untuk membuat sate (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Berikut harga peralatan membuat sate di Pasar Kramat Jati:

Alat panggang ukuran kecil 30 x 15 dijual Rp 20.000/buah,

Alat panggang daging ukuran besar 60 x 15 sentimeter dijual Rp 40.000/buah,

Kipas sate dari bambu dijual Rp 5.000/buah,

Tusuk sate ukuran standar lurus dan bagian belakang lebih besar, dijual Rp 2.500 untuk isi 20 tusuk dan Rp 5.000 isi 50 tusuk,

Arang batok kelapa biasa dijual pedagang dalam ukuran satu plastik sekitar 200 gram dengan harga Rp 3.500/plastik atau Rp 10.000/tiga plastik.