Kumparan Logo

Cerita Pedagang Kaset Bekas yang Bertahan di Tengah Digitalisasi Musik

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Dua puluh tahun yang lalu, Hengki (63) masih ditemani puluhan rekan-rekannya dalam menjajakkan kaset musik pita bekas di emperan Jalan Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini, dia adalah satu dari tiga pedagang pita kaset yang masih eksis.

Dahulu, dia bersama rekan-rekannya pernah berada di masa kejayaan di tahun 1990-an. Dalam sehari, Hengki tak kesulitan menjual lebih dari 300 kaset bekas per harinya.

Namun ketika album musik mudah diunduh dan didengarkan secara digital seiring dengan perkembangan teknologi, satu per satu rekan seprofesinya berguguran. Hengki kini menjadi salah satu saksi hidup kejayaan penjual kaset yang masih tersisa di emperan Jalan Urip Sumoharjo.

Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

"Peminat kaset sejak ada VCD dan CD terus berkurang. Dulu teman-teman saya banyak di sini, ada puluhan," katanya saat ditemui kumparan (kumparan.com) di emperan Jalan Urip Sumoharjo, Jakarta Timur, Sabtu (21/10).

Dia bercerita untuk tetap bertahan di tengah gempuran musik digital, ia rela membanting harga kaset yang dijualnya. Per kaset, Hengki membanderolnya dengan harga Rp 3.000, tanpa ada perbedaan harga antara satu kaset dengan kaset lain.

"Begini aja sudah sepi, bagaimana kalau harganya dimahalin. Asal bisa buat makan disyukuri aja," ucapnya.

Hengki menjelaskan meski membanting harga kaset yang dijualnya, ia tetap masih bisa meraup untung. Berdasarkan pantauan di lokasi, dari seluruh penjual kaset yang ada, lapak milik Hengki yang paling murah.

Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

"Biasanya saya beli borongan, ada yang ngejual. Kalau nggak biasanya ada yang anter. Barangnya mereka dari kiloan rongsok, barang-barang anak kos yang dijual, atau dari stok lama label," bebernya.

Dia pun mengungkapkan dalam sehari bisa meraup omzet Rp 100.000. Meski demikian keuntungan yang diraup tidak lah banyak.

Berbeda dengan Hengki, penjual kaset musik pita lainnya, Cemong mengaku kaset musik pita yang dijualnya terbatas pada album musik langka. Biasanya, pembeli dagangannya adalah kolektor.

"Biasanya kolektor, karena yang saya jual yang sulit dicari. Harga mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 50.000, tergantung tingkat kelangkaan kaset," ujarnya.

Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas jual-beli album kaset pita di Jatinegara (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Lantaran segmentasi pembeli barang dagangannya terbatas, dia mengaku dagangannya tak selaris milik Hengki. Menurutnya dalam sehari, terkadang tak satu pun barang dagangannya dibeli.

"Ya sekarang emang sepi. Sehari bisa terjual sampai 5 kaset udah bagus," katanya.

Reporter: Muchammad Resya Firmansyah