Bisnis
·
22 November 2020 7:59

Cerita Sri Mulyani Wisuda 34 Tanun Silam, Jauh Sebelum Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cerita Sri Mulyani Wisuda 34 Tanun Silam, Jauh Sebelum Pandemi (52013)
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyampaian SPT elektronik di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani membagikan cerita wisuda yang dijalaninya setelah lulus dari Universitas Indonesia dan University of Illinois - Urbana Champaign Amerika Serikat. Ia mengungkapkan di momen wisudanya yang tidak bisa dihadiri oleh orang tuanya.
ADVERTISEMENT
Pengalaman tersebut dibagikan Sri Mulyani untuk memotivasi siswa atau mahasiswa yang wisuda di masa pandemi COVID-19. Ia mengatakan, pandemi membuat sekolah dan perguruan tinggi harus melakukan prosesi wisuda secara daring.
“Momen wisuda yang seharusnya menjadi puncak bahagia bagi mahasiswa dan orang tua atau keluarga untuk merayakan dan mensyukuri keberhasilan menyelesaikan masa belajar atau kuliah menjadi kurang sempurna akibat COVID-19,” kata Sri Mulyani melalui unggahan di Instagram resminya yang dikutip kumparan, Minggu (22/11).
Cerita Sri Mulyani Wisuda 34 Tanun Silam, Jauh Sebelum Pandemi (52014)
Ilustrasi wisuda. Foto: pixabay
Sri Mulyani wisuda Sarjana Ekonomi Fakultas UI pada Agustus 1986. Pada momen itu, kedua orang tuanya sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makkah. Sehingga tidak bisa menyaksikan wisuda Sri Mulyani secara langsung.
“Tentu membuat kebahagiaan wisuda menjadi tidak sempurna. Meski saya beruntung dapat berfoto bersama Menteri Pendidikan Fuad Hasan waktu itu,” ujar Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
Sementara saat menyelesaikan program doktor (S3) ekonomi di University of Illinois - Urbana Champaign Amerika Serikat pada 1992, prosesi wisuda Sri Mulyani kembali tidak bisa dihadiri orang tua. Kali ini karena ketiadaan biaya. Meski begitu, ada suami dan putrinya yang hadir ke wisuda tersebut.
“Dalam hidup, sering kita tidak mendapatkan hal yang kita inginkan. Namun kita selalu punya pilihan. Mau larut kecewa dan terus tidak mampu bersyukur. Atau tetap positif dan bersyukur, dan terus menjalankan hidup dengan ikhlas dan sabar,” tutur Sri Mulyani.