Kumparan Logo

Cerita Susi Berhenti Jadi Pengusaha Gara-gara Stok Ikan Menipis

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susi Pudjiastuti (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Susi Pudjiastuti (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sudah berhenti menjadi pengusaha ikan sejak 10 tahun lalu. Dia berhenti bukan karena ditawari menjadi Menteri KKP, tapi jauh sebelum itu lantaran stok ikan yang terus menipis.

“Saya sudah bekerja di dunia perikanan selama 30 tahun. Tapi sejak 10 tahun terakhir sudah berhenti karena ikan-ikan hilang tiba-tiba pada 2005,” kata Susi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/4).

Susi merasa hilangnya ikan-ikan di laut karena banyak pengusaha dan nelayan yang tak henti-hentinya menangkap ikan, sama seperti dia. Dia pun merasa bersalah.

Tapi, rasa bersalahnya tidak semuanya benar. Dia baru mengetahui kenapa ikan-ikan di laut Indonesia banyak yang hilang setelah dirinya diangkat menjadi Menteri KKP oleh Presiden Jokowi, 2014 lalu.

“Ikan hilang perlahan itu dimulai sejak 1998. Kita salahkan diri kita, oh over fishing. Tapi begitu saya jadi menteri, saya tahu kenapa. Rupanya pemerintah Indonesia mulai memberikan lisensi dan konsensi untuk kapal asing menangkap ikan di wilayah kita sejak 2001,” katanya bercerita.

Harga Jual Ikan Menurun (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Harga Jual Ikan Menurun (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Sejak mengetahui itu, kata Susi, dia menghitung stok ikan pada 2014 itu hanya 6,5 juta ton. Lalu dari 2003-2013, Indonesia sebagai seafood eksportir karena stok ikan sudah semakin berkurang. Di Pantura yang sebelumnya banyak pabrik pengolahan ikan juga banyak yang tutup.

Selain itu, katanya, ternyata di tengah laut sana, 7.000 kapal ikan asing beroperasi di Indonesia. Sebanyak 1.300 kapal ikan asing yang beroperasi, sudah berbendara merah putih.

“Setelah itu, enggak banyak yang bisa saya gali ke belakang namun saya mendapatkan ada sisa waktu jadi menteri 1.300 kapal ikan asing beroperasi di sini sudah berbendara Indonesia,” katanya.

Karena itu, untuk membereskan sengkarut masalah stok ikan di laut nasional, dia panggil agen-agen yang terlibat, mulai dari tokoh politik, masyarakat, hingga pengusaha besar. Selain itu, katanya, yang dipanggil Susi merupakan kawan lama dia yang tidak pernah ada urusan bisnis tapi karena saat ini dia sebagai Menteri KKP dan harus menyelesaikan masalah stok ikan, dia tak pandang bulu.

“Kita berkawan lama tidak ada urusan bisnis tapi masalah laut masa depan bangsa. Saya tidak mencari salah siapa. Negara ikut dalam kesalahan yang berlangsung selama ini. Saya tidak mau korek yang sudah-sudah tapi yang penting sekarang mau diperbaiki. Kalau tidak, saya tenggelamkan,” katanya.

Dia pun akhirnya mengusulkan ke Jokowi agar masalah ini menjadi konsensus nasional, termasuk membenahi aparat di KKP yang terlibat praktik illegal ini. Kini, Susi mengatakan, produksi ikan nasional sudah meningkat. Pada 2017, produksi ikan dari laut nasional mencapai 12,5 juta ton.