Kumparan Logo

Chairul Tanjung Ungkap Rencana Bukalapak dan Allobank Bikin E-commerce Khusus

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chairul Tanjung. Foto: Facebook @Chairul Tanjung
zoom-in-whitePerbesar
Chairul Tanjung. Foto: Facebook @Chairul Tanjung

PT Bukalapak.com (BUKA) turut memborong 2,49 miliar saham milik PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) senilai Rp 1,19 triliun. Seperti diketahui Allo Bank melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi ini BUKA menerima Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dari PT Mega Corpora, pemegang saham utama Allo Bank yang hanya mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Masuknya BUKA ke dalam ekosistem Allo Bank ternyata memiliki tujuan khusus. Chairman CT Corp Chairul Tanjung membeberkan ke depan BUKA akan menjalin kerja sama dengan lini bisnis ritel milik CT Corp yaitu Transmart.

Rencananya, kedua entitas tersebut akan membentuk perusahaan patungan e-commerce khusus untuk fresh dan grocery. Nantinya, CT Corp bakal memegang mayoritas saham perusahaan patungan itu sebanyak 55 persen dan Bukalapak bakal menguasai 45 persen.

“Sekarang sedang dalam proses kami akan membentuk perusahaan patungan e-commerce khusus untuk fresh dan grocery, antara Trans Retail dengan Bukalapak. 55 persen CT Corp dan 45 persen Bukalapak,” ujar Chairul Tanjung di Main Hall BEI, Selasa (11/1).

Logo Bukalapak. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

CT pun membantah bahwa Transmart akan diakuisisi oleh Bukalapak atau sebaliknya. Sebab saat ini BUKA telah menjadi investor strategis lewat rights issue Allo Bank.

“Enggak (saham Transmart dijual ke Bukalapak). Tapi akan ada kolaborasi. Kan dia (Bukalapak) sudah masuk kolaborasi di sini (Allo Bank),” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) akan segera menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue. Dalam aksi korporasi ini BBHI akan menerbitkan 10,04 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham, sementara harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp 478 per saham. Dari aksi tersebut, perseroan berpotensi meraup dana Rp 4,8 triliun.

PT Mega Corpora (MC) sebagai pemegang saham utama Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Dana yang disiapkan oleh MC untuk melaksanakan sebagian haknya ini senilai Rp 1,3 triliun. Sisa hak HMETD yang tidak diambil oleh MC, dialihkan kepada Bukalapak sebanyak 2,49 miliar saham, lalu Abadi Investment Pte.Ltd sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 saham. Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham.