Charoen Pokphand Sediakan 10 Mobil Pengering Jagung

Kalangan petani jagung mengeluhkaan harga jual jagung yang rendah. Selain itu, kondisi cuaca yang buruk dan sering tak menentu juga membuat produksi jagung pakan menurun.
Hal ini mendorong semua pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk menciptakan mobile corn dryer atau mesin pengering jagung mobile yang bisa digunakan petani-petani kecil jagung.
“Selama ini petani-petani kita kalau mau mengeringkan jagung harus mengantre di mesin pengering skala besar yang muatannya sekitar 30 hingga 40 ton per 3 jam. Dengan mesin ini, peternak bisa mengeringkan jagung dalam kapasitas maksimal 1 ton per 1 jam,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian, Jumat (3/8).
Winarno menjelaskan, mobil ini bisa bergerak mendatangi kelompok-kelompok tani, baik yang ada di lahan garapan jagung yang sama ataupun tidak. Sehingga, para petani tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk menjagkau mesin pengering.
Selama ini, baru sekitar 60 persen hingga 70 persen petani jagung yang menggunakan mesin pengering saat pasca produksi jagung. Sisanya, masih menggunakan metode konvensional sehingga banyak produksi jagung petani yang menurun saat musim hujan tiba.

Mesin ini baru diproduki sebanyak 3 buah yang akan disebar ke tiga daerah sentra produksi jagung, yakni Lampung, NTB, dan Gorontalo. Nantinya, mesin pertama akan dilakukan uji coba di Lampung.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita mengatakan akan meminta PT CPI untuk memproduksi mesin pengering mobile hingga 10 unit.
“Kami minta sebanyak 10 unit kepada CPI, tentu kita akan tunggu karena ini mereka buat dengan biaya CSR perusahaan,” tambahnya.
Presiden Komisaris PT CPI, Hadi Gunawan Tjoe, mengatakan untuk membuat satu unit mobil pengering jagung ini dibutuhkan biaya sedikitnya Rp 1,2 miliar. Dengan adanya mobil pengering ini, kata dia, bisa mengurangi biaya handling dan transportasi yang bisa berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh petani.
Untuk tahap pertama, PT CPI menyatakan masih baru akan memproduksi sebanyak 5 unit mobile corn dryer sampai akhir tahun. Sisanya baru akan diselesaikan di tahun depan.
“Ini karya anak bangsa yang dikembangkan oleh putra-putri kami. Mobile Corn Dryer Prototype seri 2 ini kami serahkan kepada Kementerian Pertanian untuk bisa diamati, diteeliti, dan dimodifikasi. Sehingga akan lebih banyak mesin pengering mobile seperti ini,” tutupnya.
