Chatib Basri Beberkan Penyebab Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Nilai tukar rupiah diperkirakan bakal terus bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Mengutip data Bloomberg, Jumat (29/1), nilai tukar rupiah hari ini pada pukul 9.08 WIB bergerak menguat terhadap dolar AS di Rp 14.057,50 atau naik 20,00 poin (0,14 persen).
Ekonom senior, Chatib Basri, menjelaskan penguatan rupiah belakangan ini tidak terlepas dari pemerintah AS melakukan stimulus yang dibiayai The Fed.
Stimulus tersebut membuat cetak uang yang dilakukan AS membuat suplai dolar mengalami peningkatan. Sehingga berimbas juga ke nilai tukar rupiah.
“Itulah yang menjelaskan mengapa kemudian rupiahnya mengalami penguatan sampai dengan Rp 14.000, sempat Rp 13.000 sekian,” kata Chatib saat webinar yang digelar Mandiri Sekuritas, Jumat (29/1).
Chatib merasa selama The Fed mempertahankan kondisi ini setidaknya sampai 2023 maka arus modal dari AS bakal terus mengalir ke Indonesia. Sehingga mereka yang ada khususnya di capital market tetap mengalami inflow atau pemasukan.
Chatib mengakui tetap ada kekhawatiran karena pandemi COVID-19 dan influencer yang main saham meski tidak sepenuhnya mengerti aktivitas di pasar tersebut. Namun, ia melihat di pasar Asia trennya ke depan masih akan mengalami peningkatan termasuk di Indonesia.
“Kalau arus modalnya datang ke Indonesia maka kita bisa expect bahwa US dolar akan mengalami pelemahan sehingga mungkin rupiah akan ada di kisaran ini. Sampai kapan? ini terjadi mungkin sampai tahun 2023,” tutur Chatib.
