Chatib Basri: Dorong Konsumsi Dulu untuk Pulihkan Ekonomi, Bukan Investasi

Pemerintah tengah berupaya untuk memulihkan ekonomi nasional yang kini terpuruk akibat pandemi COVID-19. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan persoalan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah melemahnya permintaan. Untuk itu menurut Chatib, pemerintah harus fokus terlebih dulu untuk mengembalikan tingkat permintaan di masyarakat.
“Di dalam kondisi ini persoalan kita adalah demand. Karena permintaannya tidak ada, maka enggak ada aktivitas. Anda turunin suku bunga kalau permintaannya enggak ada juga sama aja. Yang perlu di-create adalah permintaannya ada sehingga kalau orang kredit kemudian dia melakukan ekspansi,” ungkap Chatib dalam Webinar Financial Investment: Investment Optimism Post COVID-19 Vaccine, Rabu (7/10).
Lalu mana yang lebih baik, mendorong investasi atau mendorong konsumsi? Menurut Chatib jawabannya adalah dengan mendorong konsumsi. Sehingga dalam kondisi ini kebijakan fiskal dan berbagai macam stimulus bantuan terutama BLT memang sangat dibutuhkan.
Sebab jika pemerintah memberikan uang, maka masyarakat bisa berbelanja. Dengan begitu permintaan naik sehingga harapannya akan tercipta investasi.
“Tetapi kalau kita investasi, permintaan enggak ada, orang enggak akan menambah investasi. Kira-kira logikanya seperti itu. Karena itu lah, yang bisa dilakukan dalam jangka pendek adalah extension cash transfer alias BLT kepada lower middle income grup,” tutupnya.
