kumparan
30 Jan 2019 19:36 WIB

Chatib Basri: Hanya di Indonesia Utang Jadi Isu Panas di Tahun Politik

Kepala Mandiri Institute, M. Chatib Basri pada Mandiri Investment Forum 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (29/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Isu utang pemerintah menjadi topik panas yang digulirkan di tahun politik. Jelang pemilihan presiden kali ini, isu ini kerap dilempar ke publik oleh sejumlah politisi hingga ekonom.
ADVERTISEMENT
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan mencuatnya isu utang pemerintah menjelang pemilihan presiden hanya terjadi di Indonesia. Sementara di negara lain, kata dia, isu ini tidak pernah digoreng ke publik.
"Negara lain enggak, di sini saja," kata Chatib Basri ditemui usai acara Mandiri Investment Forum 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (30/1).
Persoalan utang memang kerap menjadi pembahasan panas antar kubu calon presiden. Salah satunya dilakukan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang.
Menurut Chatib, kalau pun ada negara yang menjadikan utang sebagai isu panas jelang pemilihan presiden, pernah terjadi di Yunani beberapa waktu lalu. Isu itu pun bergulir karena saat itu kondisi ekonomi di sana sedang bangkrut.
ADVERTISEMENT
Dia menyebutkan, rasio utang Yunani saat itu mencapai lebih dari 100 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara di Indonesia, rasio utangnya tidak sejauh ini.
"Yang ramai itu mungkin itu Greece (Yunani) karena bangkrut. Di sini kan enggak. Anda bayangkan Greece itu kan rasio utangnya terhadap PDB di atas 100 persen, kita kan cuma 27 persen," kata dia.
Menurut Chatib, utang bukanlah sesuatu yang buruk jika bisa digunakan untuk kegiatan produktif dan negara memastikan bisa membayarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan