China Jadi Pasar Utama RI untuk Ekspor Porang
·waktu baca 1 menit

Komoditas porang Indonesia dinilai memiliki potensi ekspor yang besar ke depan. Sebab saban tahun tren ekspor porang cenderung naik.
Berdasarkan catatan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, ekspor porang periode Januari-Februari 2021 sebanyak 965.54 ton. Angka tersebut naik dibanding periode sama tahun sebelumnya 729,78 ton.
Jerry menuturkan saat ini China menjadi pangsa pasar terbesar untuk ekspor porang atau sekitar 67,64 persen. Ia menilai porang memiliki potensi yang amat baik ke depannya.
"Ekspor porang ke mana sih? dari segi angka market utama ke Tiongkok hampir mencapai 70 persen," katanya dalam webinar Pengamanan Hilirisasi Market dan Penguatan Industri Porang melalui Platform Traceability Kopitu, Rabu (7/7).
China merupakan pemasok porang dunia terbesar atau sebanyak 4,1 juta ton per tahun dengan kontribusi 48,96 persen. Sementara Malaysia di bawahnya, atau sekitar 2,3 juta ton per tahun atau sekitar 27,95 persen.
Dia mengingatkan kepada pelaku usaha supaya mulai meningkatkan kualitas produksi porang dalam negeri. Hal ini supaya ekspor porang khususnya ke China lebih besar lagi.
"Jadi ada kendala yang membuat produk porang kita itu, belum bisa secara leluasa masuk ke sana (ke China). Nah ini yang harus kita pikir dan underline untuk mencari mengidentifikasi apa sebetulnya (permasalahan)," imbuh Jerry.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan RI-China pada Januari-Mei 2021 memiliki peranan terbesar dengan nilai USD 17,11 miliar atau secara persentase sebesar 21,55 persen.
