Kumparan Logo

China Perpanjang Izin Impor Daging Sapi AS Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak memegang bendera China dan AS saat Presiden AS Donald Trump mengikuti upacara penyambutan bersama Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak memegang bendera China dan AS saat Presiden AS Donald Trump mengikuti upacara penyambutan bersama Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

China memperbarui izin impor untuk ratusan pabrik pengolahan daging sapi asal Amerika Serikat (AS), akhirnya membuka kembali jalur perdagangan daging sapi.

Keputusan ini dilakukan usai pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing guna menstabilkan hubungan dagang dan geopolitik kedua negara.

Menurut sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut, izin ini dilakukan pada Kamis (14/5) dan umumnya berlaku selama lima tahun. Hingga kini, otoritas bea cukai China belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan tersebut.

Sebelumnya, China membiarkan izin impor ratusan fasilitas pengolahan daging AS kedaluwarsa tahun lalu setelah Trump memulai perang tarif agresif yang bertujuan mengubah tatanan perdagangan global demi kepentingan AS. Kebijakan itu membuat perdagangan daging sapi AS ke China anjlok tajam.

video story embed

Mengutip Bloomberg, data Departemen Pertanian AS menunjukkan pengiriman daging sapi dan produk turunannya ke China merosot sekitar 67 persen sepanjang 2024 hingga 2025. Sementara total ekspor daging sapi AS tahun lalu turun 12 persen.

Perpanjangan izin impor tersebut muncul bersamaan dengan kunjungan Trump ke China, yang menjadi kunjungan pertama presiden AS aktif ke negara tersebut dalam hampir satu dekade terakhir. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif awal dari potensi hasil pertemuan kedua pemimpin yang banyak mendapat perhatian pasar global.

Selain daging sapi, kedua negara juga membahas pemulihan perdagangan produk pertanian lainnya, termasuk pembelian jagung dan kedelai asal AS oleh China.

Di sisi lain, industri daging domestik China tengah menghadapi kelebihan pasokan dan lemahnya konsumsi. Kondisi itu pun mendorong pemerintah China menerapkan kuota impor daging sapi guna melindungi produsen lokal.

Kebijakan tersebut sebelumnya turut menekan eksportir besar seperti Brasil, Australia, dan Argentina. Brasil bahkan disebut hampir mencapai batas kuota impor tahunan yang ditetapkan China.

Di sisi lain, AS selama ini belum banyak memanfaatkan alokasi impornya di China. Dengan diperbaruinya izin impor untuk fasilitas pengolahan daging sapi AS, peluang produk AS untuk memperbesar pangsa pasar di negara konsumen daging sapi terbesar dunia tersebut dinilai semakin terbuka.

China juga menjadi pasar penting bagi produk jeroan asal AS yang memiliki permintaan rendah di pasar domestik Amerika. Menurut Meat Institute yang berbasis di Washington, hilangnya pembeli dari China menyebabkan harga rata-rata produk tersebut turun hampir 40 persen.

Penurunan harga itu pun ikut menekan nilai karkas sapi bagi perusahaan pengolahan daging AS yang saat ini juga menghadapi kerugian akibat terbatasnya pasokan ternak sapi di dalam negeri