China Serukan Pejabat Hemat, Kurangi Belanja Alkohol hingga Gaya Hidup Mewah
·waktu baca 1 menit

Pemerintah China dan Partai Komunis yang berkuasa meminta para pejabat berhemat, termasuk untuk menggelar resepsi, membelanjakan uang untuk alkohol, dan rokok. Seruan itu disampaikan dalam pemberitahuan resmi yang diumumkan pada Minggu (18/5).
Mengutip Bloomberg, imbauan ini muncul di tengah tekanan anggaran akibat perlambatan ekonomi. Presiden Xi Jinping mendorong penghematan ketat seiring merosotnya pendapatan negara.
“Pemborosan adalah hal yang memalukan, dan penghematan adalah hal yang mulia,” tulis Xinhua, mengutip isi pemberitahuan tersebut.
Pemerintah menegaskan perlunya disiplin anggaran, menolak gaya hidup mewah dan boros di kalangan pejabat.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kampanye Xi untuk menekan korupsi dan gaya hidup bermewah-mewahan di birokrasi. Sejak akhir 2023, pemerintah pusat telah meminta seluruh jajaran untuk membiasakan diri berhemat.
Pengetatan anggaran juga dipicu oleh menurunnya pendapatan dari penjualan tanah, sumber utama penerimaan pemerintah daerah. Pada saat yang sama, beban utang lokal terus meningkat.
Tahun lalu, Beijing meluncurkan upaya besar untuk mengatasi risiko gagal bayar utang pemerintah daerah. Tujuannya adalah memberi ruang fiskal bagi pemerintah lokal agar bisa tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.
