Kumparan Logo

Christine Lagarde Proyeksikan Inflasi dan Suku Bunga Eropa Tetap Tinggi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde di Forum Wanita Amerika. Foto: REUTERS/Henry Romero
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde di Forum Wanita Amerika. Foto: REUTERS/Henry Romero

Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde memproyeksikan tingkat inflasi di Kawasan Eropa masih akan bertahan di level tinggi dalam beberapa kuartal ke depan.

ECB mengisyaratkan sikap hati-hati terkait arah kebijakan suku bunga acuan menjelang pertemuan Dewan Gubernur bulan depan.

Dikutip dari Bloomberg, (8/11), Lagarde menyampaikan bahwa dampak putaran kedua (second-round effects) lonjakan harga sejauh ini masih sesuai dengan perhitungan proyeksi ECB.

"Kami menyadari angka inflasi akan tetap tinggi dalam beberapa kuartal mendatang. Semakin tinggi dan semakin lama inflasi bertahan di level tersebut, semakin besar risikonya terhadap target jangka menengah kami," ujar Lagarde.

Meskipun inflasi inti Oktober 2026 bertahan stabil di level 2,5 persen secara bulanan, ECB akan membedah rincian komponen inflasi secara mendalam untuk menentukan arah kebijakan suku bunga acuan pada Desember mendatang.

ECB terus memantau indikator berpandangan ke depan (forward-looking indicators), seperti kesepakatan upah bertahun-tahun (multi-year wage agreements) dan ekspektasi gaji dari pelaku usaha.

Saat ini inflasi utama (headline inflation) di 21 negara pengguna mata uang euro melonjak hingga 4,0 persen, atau dua kali lipat dari target sasaran ECB sebesar 2,0 persen.

Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, sehingga mendorong sejumlah pejabat bank sentral memberikan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin (0,25 persen) pada bulan depan.

Kendati demikian, pengetatan moneter lanjutan memicu kekhawatiran terkait dampaknya terhadap laju pertumbuhan ekonomi Eropa, ditambah dengan tekanan dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi global belakangan ini.

"Saya belum dapat memastikan secara pasti apakah kami akan menaikkan suku bunga pada Desember. Namun, berdasarkan data yang ada saat ini, dibutuhkan perubahan fundamental yang sangat signifikan untuk mengubah arah kebijakan yang saya perkirakan," tegas Lagarde.

Pilpres Prancis

Di sisi lain, Lagarde yang kini berusia 70 tahun telah mengumumkan bakal mengundurkan diri dari jabatan Presiden ECB pada Februari 2027, atau sekitar sembilan bulan lebih awal dari akhir masa jabataannya.

Presiden Eurogroup mengkonfirmasi dua kandidat utama pengisinya adalah Klaas Knot asal Belanda dan Pablo Hernandez de Cos asal Spanyol.

Saat ditanya mengenai peluang dirinya maju sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden Prancis 2027, Lagarde menepis rumor tersebut namun menegaskan komitmennya untuk tetap bersuara dalam debat publik.

"Itu bukan rencana maupun masa depan saya. Namun, saya ingin tetap bersuara dalam debat tersebut. Ketika mendengar kandidat dengan elektabilitas tinggi menyatakan bahwa utang negara harus dihapuskan, saya tidak bisa tinggal diam. Saya ingin berbicara berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar mendengarkan propaganda rekaan," tutur Lagarde.