Cincin Kawin Jadi Andalan Penjual Emas

Penjualan cincin pernikahan kini menjadi andalan para penjual emas. Cincin kawin ini bahkan terus diburu pembeli sejak tahun lalu.
Ani, penjual di toko emas Kemenangan, Cikini Gold Center Jakarta Pusat menuturkan bahwa pembeli cincin kawin melonjak hampir 50 persen sejak tahun lalu. Alhasil, omzet tokonya pun sangat terbantu dengan penjualan cincin kawin.
“Di toko ini kan jual juga cincin kawin, ada emas, berlian juga ada. Ini lumayan penjualannya, dari tahun lalu mungkin pembelinya naik 50 persen,” kata Ani di Cikini Gold Center, Jakarta, Minggu (12/1).
Harga cincin kawin yang dijual pun beragam, mulai dari Rp 2 juta untuk satu pasang cincin hingga puluhan juta rupiah. Harga yang ditawarkan pun tergantung bahan, berat, hingga model cincin.
“Minimal sekarang yang beratnya 2 gram kalau cincin kawin, 1 gram sudah enggak dijual. Mulai dari Rp 2 juta untuk satu pasang, tapi biasanya kita juga ada diskon, apalagi sama pelanggan lama,” jelasnya.
Cincin kawin yang paling dicari pelanggan adalah emas putih. Selain modelnya yang cukup menarik, emas putih juga dinilai lebih kekinian dibandingkan emas kuning.
“Pasangan muda yang dicari emas putih, harganya lebih mahal sedikit lah dari emas kuning. Kalau emas kuning terkesan tua ya, jadi banyak yang cari emas putih,” kata dia.
Dalam sebulan, rata-rata penjualan cincin kawin hingga 30 pasang. Dengan harga minimal Rp 2 juta, maka omzet yang diterima sekitar Rp 50 - Rp 60 juta per bulan.
“Lumayan kalau untuk cincin kawin ya sekarang. Tapi kalau bulan puasa atau dekat Lebaran, biasanya sudah mulai penuh pesanan, kalau sekarang bisa ditunggu kalau pakai nama, kalau bulan puasa bisa nunggu sampai 3 hari baru jadi cincinnya,” jelasnya.
