Kumparan Logo

Citibank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,08 Triliun di 2021

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Citibank. Foto: REUTERS / Lucy Nicholson
zoom-in-whitePerbesar
Citibank. Foto: REUTERS / Lucy Nicholson

Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,08 Triliun di tahun 2021. Laba yang diperoleh pada 2021 lebih rendah dari periode tahun 2020.

Penurunan ini disebabkan pendapatan dari transaksi perdagangan, pendapatan bunga bersih, dan peningkatan cadangan credit impairment di lini institusi perbankan.

Dari laporan keuangan Citibank NA, gross NPL sebesar 3,29 persen, meningkat 1,66 persen dari tahun lalu diakibatkan kualitas kredit dari satu klien korporasi.

Pihak Citibank NA mengklaim kualitas portofolio dalam kondisi baik karena penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengatasi dampak dari pandemi. Selain itu, Citibank NA terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, dengan menjaga rasio Net NPL rendah sebesar 0,46 persen.

“Kami tetap optimistis bahwa kondisi bisnis kami akan terus membaik, khususnya melihat upaya percepatan vaksinasi booster COVID-19, dampak varian Omicron, dan kemajuan positif kembali ke kondisi normal. Hal ini tercermin dari berbagai kemajuan dan inovasi di berbagai lini bisnis, baik di bisnis Institutional maupun Consumer banking,” ujar CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam keterangan resmi, Jumat (1/4).

CEO Citibank NA Indonesia Batara Sianturi. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Batara melanjutkan, keberhasilan Citibank NA juga mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan yang diraih selama tahun 2021.

Citi Indonesia mempunyai likuiditas yaitu dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 63,8 persen, serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27 persen.

Per Desember 2021, jumlah kredit Institutional group berhasil tumbuh sebesar 6 persen, didorong dari pertumbuhan kredit di lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) dan lini Commercial.

Sebagaimana diketahui, Citi Indonesia berpartisipasi dalam peluncuran Obligasi Negara Republik Indonesia seri benchmark, yaitu FR090, FR091 dan FR092 pada bulan Juli 2021 untuk melengkapi rangkaian produk. Dengan rendahnya suku bunga saat ini, Citi Indonesia merekomendasikan para nasabah untuk melakukan diversifikasi aset, antara lain ke produk yang dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Hingga Desember 2021, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digital menjadi 61 persen, melesat 64 persen dibanding periode lalu. Peran ini penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi COVID-19.