Kumparan Logo

Citos Dijual Buat Tambal Jiwasraya, Berikut Fakta-faktanya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Permasalahan gagal bayar yang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai memasuki babak baru. Kementerian BUMN mulai menyiapkan langkah-langkah menyelesaikan persoalan tersebut.

Apalagi waktu pembayaran polis nasabah yang dijanjikan Jiwasraya semakin dekat. Akhir bulan ini mereka harus mengucurkan polis yang sempat gagal bayar karena skandal dengan kerugian hingga Rp 16,8 triliun.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah menjual aset milik Jiwasraya, yaitu pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos). Penjualan Citos dirasa ampuh untuk menambal gagal bayar Jiwasraya.

Berikut ini fakta-fakta penjualan Citos terbaru:

Citos Dijual untuk Bantu Pembayaran Nasabah Jiwasraya

Salah satu skema yang disiapkan Kementerian BUMN untuk pembayaran gagal bayar Jiwasraya adalah menjual aset yang dimiliki, salah satunya yaitu Citos.

Staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Citos merupakan aset yang cukup bagus ini kemungkinan bakal dijual ke pihak swasta.

Citos sudah mulai ditawarkan. Meski jelas perusahaan mana saja yang tertarik, Arya mengaku banyak yang berminat membeli aset yang bisa menutupi pembayaran hingga Rp 3 triliun itu.

Namun, meskipun penjualan aset itu untuk menambah dana untuk membayar nasabah, keputusan penjualan tetap memerlukan persetujuan dari DPR.

Sudah Ada yang Minat Beli Citos

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bakal menjual pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) yang berada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan sudah ada pihak yang tertarik membeli mal tersebut. Tapi, dia masih merahasiakan investornya.

"Sudah ada. Itu business to business-lah (B2B)," kata Tiko, sapaan Kartika, saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3).

Penjualan Citos diprediksi bisa menutupi pembayaran hingga Rp 3 triliun dari total kerugian Jiwasraya yang mencapai Rp 16,8 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dengan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin (kanan). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Selain Citos, Jiwasraya Juga Andalkan Obligasi untuk Bayar Nasabah

Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, untuk melunasi kewajiban ke nasabah, selain menjual aset seperti citos, Jiwasraya juga akan keuangan seperti obligasi.

"Ada beberapa, pertama di Jiwasraya ada aset-aset likuid yang bisa dijual seperti obligasi. Kedua, kita juga lakukan proses penjualan properti, ada beberapa termasuk Citos," kata Tiko, sapaan Kartika, saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3).

Tiko mengatakan, pembayarannya kepada nasabah bakal dilakukan akhir bulan setelah mendapatkan persetujuan DPR. Saat ini, DPR masih dalam masa reses. Dia optimistis Panja Jiwasraya di DPR tak akan mempersulit persetujuan pembayaran nasabah.

Untuk nasabah yang akan menerima pembayaran kewajiban diutamakan yang pensiunan. Adapun nilainya, masih digodok kementerian dan Jiwasraya.