CMNP Raup Pendapatan Rp 5,8 T Sepanjang 2025, Naik 41 Persen
·waktu baca 3 menit

PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) membukukan kenaikan pendapatan signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 5,8 triliun atau naik 41 persen dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp 4,1 triliun.
Kenaikan pendapatan itu ditopang peningkatan volume lalu lintas kendaraan serta penyesuaian tarif pada sejumlah ruas jalan tol yang dikelola perseroan.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 yang digelar pada Senin (26/5).
Di tengah ekspansi sejumlah proyek strategis, CMNP juga mencatat EBITDA sebesar Rp 1,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 934 miliar sepanjang 2025.
Dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan meningkat 12 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Sementara total liabilitas tumbuh 8 persen menjadi Rp 10,2 triliun dan ekuitas naik 14 persen menjadi Rp 16,5 triliun. Penguatan struktur permodalan tersebut ditopang konversi Waran Seri I.
Direktur Keuangan CMNP, Hasyim, mengatakan perseroan masih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan di tengah kebutuhan pendanaan proyek yang masih berjalan.
“Perseroan optimistis terhadap keberlanjutan pertumbuhan kinerja ke depan. CMNP diyakini mampu menyelesaikan seluruh proyek sesuai target melalui optimalisasi struktur pembiayaan yang efisien, sehingga stabilitas kinerja keuangan dapat tetap terjaga dan keberlanjutan usaha semakin diperkuat,” kata Hasyim dalam keterangan resminya, Selasa (26/5).
Di sisi operasional, perseroan juga masih melanjutkan sejumlah proyek strategis. Salah satunya pembangunan Jalan Tol Harbour Road II (elevated) yang hingga April 2026 progres konstruksinya telah mencapai 39,39 persen.
Selain itu, pembangunan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Ruas Tol Cisumdawu di KM 203+800 Jalur A dan B telah mencapai progres 67,08 persen dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026.
Direktur Utama CMNP Arief Budhy Hardono menilai capaian tersebut menunjukkan perusahaan masih menjaga tren pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
“Perseroan berhasil menjaga kesinambungan kinerja dan mencatatkan pertumbuhan yang positif, sekaligus terus meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arief.
Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas III melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak maksimal 2,23 miliar saham. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pembiayaan proyek strategis yang tengah berjalan.
Susunan Pengurus Baru CMNP
Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Adapun susunannya menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Dahnu Teguh Adrianto
Komisaris: Jhoni Ginting
Komisaris Independen: Dionisius Widijanto
Komisaris Independen: Dimas Rizky Pradhana
Direksi
Direktur Utama: Arief Budhy Hardono
Direktur Independen: Hasyim
Direktur Independen: Djoko Sapto M Mulyo
Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi bagian dari agenda perseroan dalam memperkuat tata kelola sekaligus mendukung pengembangan proyek-proyek strategis yang tengah berjalan.
